Turkifikasi Kapal Perang Indonesia

Senin, 15 Juli 2024 - 05:09 WIB
loading...
A A A
William Langer dan Robert Blake dalam ‘’The Rise of the Ottoman Turks and Its Historical Background’’ menyebut, masyarakat Kristen yang masuk Islam pun perlahan mengadopsi bahasa Turki dalam aktivitas sehari-harinya. Sebaliknya kebudayaan Yunani yang telah mengakar di kalangan masyarakat Anatolia, lambat laun melemah dan menghilang.

Perkawinan juga menjadi variabel yang mempercepat Turkifikasi, termasuk dilakukan para Sultan Turki, yang kemudian melahirkan para sultan serta para penerusnya. Dampak Turkifikasi secara drastis terjadi pada 1330-an saat beberapa nama kota di Anatolia berganti menjadi nama dalam bahasa Turki. Perubahan dimaksud antara lain, Angora menjadi Ankara dan Konstantinopel menjadi Istanbul.

Konteks Turkifikasi di Tanah Air tentu berbeda dengan cerita Anatolia, karena hanya terkait alutsista. Tetapi, dampak yang terjadi dalam jangka panjang sangat mungkin akan menghilangkan nama besar alutsista barat yang selama ini mendominasi kapal perang TNI AL, seperti CMS Thales dan rudal anti-kapal permukaan Exocet. Sebaliknya, masyarakat -khususnya prajurit TNI AL- nanti akan semakin akrab dengan nama CMS Advent, rudal Atmaca dan lainnya, karena sebagian besar KRI yang mereka awaki menggunakan produk Turki, atau produk made in domestik hasil transfer of technology dari Turki.

Pintu masuk Turkifikasi alutsista TNI secara yuridis terbuka kala UU No 9 Tahun 2014 tentang Pengesahan Persetujuan tentang Kerjasama Industri Pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki diketuk palu. Pengesahan kontitusi tersebut menindaklanjuti kemitraan strategis yang diteken Indonesia-Turki pada 2012 dan menjadi pondasi terjadinya kerja sama pertahanan, termasuk kerja sama alutsista antar-kedua negara.

Sebelumnya, Ankara dan Jakarta pada 2010 telah menyepakati kerja sama di bidang industri pertahanan. Kesepakatan antara lain meliputi penyediaan berbagai fasilitas yang diperlukan dalam penelitian bersama mulai pengembangan, produksi dan proyek modernisasi, bantuan timbal balik dalam bidang produksi serta pengadaan produk industri jasa pertahanan.

Kedua negara juga bersepakat dalam penjualan produk akhir, penyediaan informasi ilmiah dan teknis, partisipasi pameran industri pertahanan dan simposium, serta jual-beli saling menguntungkan. Walaupun sudah terjalin kerja sama, bila dibanding Malaysia kehadiran alutsista antara Indonesia-Turki dibanding Malaysia-Turki sebenarnya kalah start.

Fakta ini bisa dibuktikan dengan keberadaan panser andalan Malaysia made in FNSS Savunma Sistemleri Turki, yakni V8 Gempita, yang dirakit perusahaan Malaysia, DefTech, berdasar panser Pars 8x8. Sebanyak 12 Panser 8x8 sudah didatangkan pada 2014. Sedangkan di Indonesia, alutsista Turki mulai menjadi pembicaraan saat PT Pindad meneken kerja sama dengan FNSS mengembangkan medium tank Kaplan MT atau tank Harimau.

baca juga: Tingkatkan Kerja Sama, KSAL Kunjungi Industri Kapal Perang Turki

Bagaimana kerja sama alutsista Indonesia-Turki seolah mengalami lompatan katak? Variabelnya tidak lain karena keseriusan Turki menunjukkan komitmennya untuk transfer of knowledge dan transfer of technology kepada Indonesia, seperti pada kasus kerjasama pembuatan Tank Harimau. Di sisi lain, kondisi ini juga terbentuk karena semakin yakinnya Indonesia terhadap kualitas produk made in Turki. Diskusi kedua negara juga kian intensif melalui Defence Dialogue Meeting Indonesia-Turkiye yang berjalan sejak 2020.

Karena faktor-faktor itulah, Indonesia-Turki beberapa tahun belakangan seolah tak berhenti mencatatkan proyek kerja sama alutsista. Pada 2022, misalnya, di sela Indo Defense 2022, sejumlah kesepakatan government to government (G to G) maupun business to business (B to B) dilakukan perusahaan atau pemerintah kedua negara. Kesepakatan mulai dari transaksi dan pengembangan simulator, CMS, berbagai jenis rudal, hingga drone tempur.

Adapun perusahaan yang terlibat antara lain PT Falah Inovasi Teknologi, PT PAL, PT Noahtu Shipyard dan PT Tesco Indomaritim. Sedangkan dari Turki ada Tais Gemi Insa Ve Teknoloji A.S, Roketsan dan Havelsan. Menhan Prabowo Subianto yang kala itu hadir menyaksikan prosesi tersebut bersama Presiden Badan Industri Pertahanan Turki Ismail Demir meyakini berbagai kerja sama tersebut bakal mendongkrak kemampuan industri pertahanan Indonesia.

Masih di tahun 2022, Prabowo dengan koleganya dari Turki, Menhan Hulusi Akar menandatangani MoU Kerja Sama Industri Pertahanan di sela KTT G-20 di Nusa Dua Bali (14/11). Paling monumental dari kesepakatan itu adalah kesepakatan membentuk dewan kerja sama strategis, termasuk dalamnya mencakup kerja sama pertahanan. Prabowo menilai kesepakatan ini bukan hanya memantabkan kerja sama G to G, tapi juga akan memperkuat ikatan dan kemakmuran dua negara dan rakyatnya.

Selanjutnya pada 2023, kerja sama kian dikokohkan ketika Prabowo menerima kunjungan Menlu Turki HE Mr Hakan Fidan (15/07). Keduanya bersepakat mengeksplorasi lebih banyak peluang kerja sama pertahanan pada masa mendatang. Langkah ini urgen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkatan bersenjata maupun sektor industri pertahanan kedua negara.

Kapabilitas Diakui

Eratnya kerja sama yang terbangun antara Indonesia-Turki tentu menjadi variabel penting dari kebijakan Turkifikasi kapal perang TNI AL. Namun, lebih mendasar lagi adalah kapabilitas perusahaan negeri tersebut memproduksi alutsista canggih dan bisa diandalkan, termasuk untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah laut. Selain itu, terbukanya Turki untuk melakukan transfer of technology kepada Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Rekomendasi
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved