Turkifikasi Kapal Perang Indonesia

Senin, 15 Juli 2024 - 05:09 WIB
loading...
A A A
Kapabilitas industri pertahanan negara gerbang timur dan barat itu bukan sebatas produk drone seperti Bayraktar TB2, Anka maupun Akinci yang memang sudah diakui dunia dan menjadi bagian penting sistem pertahanan banyak negara di dunia. Malahan Bayraktar TB2 sudah battle proven di medan laga seperti dalam konflik Nagorno-Karabahh antara Azerbaijan vs Armenia. Selain drone, alutista Turki lain yang populer antara lain tank tempur Altay dan helikopter serang T-128 Atak yang diborong Filiphina.

baca juga: Menhan Prabowo Bertemu Menlu Turki, Bahas Kerja Sama Pertahanan

Karenanya, tak heran banyak perusahaan Turki sukses menerobos ketatnya persaingan pasar alutsista, bersaing dengan perusahaan global yang sudah memiliki nama besar sebelumnya. Faktanya bisa dilihat dari data yang dirilis Defense News pada 2022 lalu.

Dari 100 perusahaan pertahanan terkemuka dunia, 7 di antaranya berasal dari Turki. Satu di antaranya adalah ASELSAN, yang sukses masuk 50 besar. Prestasi ini terwujud karena produk-produk perusahaan yang berdiri pada 1975 itu – seperti dari sistem komunikasi, radar, dan berbagai sistem pertahanan- telah digunakan 65 negara di dunia.

Perusahaan alutsista Turki lainnya yang masuk jajaran top global player adalah TAI, BMC, Roketsan, STM Defense Technologies & Engineering Ltd, FNSS, dan Havelsan. Produk yang dihasilkan hampir semua jenis alutsista yang dibutuhkan militer dunia. Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyebut, Turki berkontribusi 1% dari total ekspor alutsista global.

Untuk produk alutsista yang akan dibenamkan dalam kapal perang Indonesia, walaupun relatif produk baru, kualitasnya sudah melalui riset dan pengembangan berdasar standar Turki yang sudah battle proven dan diakui dunia. Untuk CMS, misalnya, yang diandalkan adalah Advent. Produksi Havelsan ini merupakan sebagai sistem komando dan kontrol generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional yang berorientasi ada kekuatan dan dukungan jaringan lebih dari satu kapal perang.

Dikutip dari Indomiliter.com, CMS Advent menyediakan tautan data taksi terintegrasi penuh. Termasuk mendukung Link 11, Link 16, Link 22, SIMPLE, JREAP, dan VMF. Fungsi tautan dapat diakses melalui konsol semua operator dengan Advent SYS. CMS dengan dukungan kemampuan tersebut dapat memfasilitasi pengguna membuat keputusan secara cepat, akurat, dan fleksibel dana menggunakan senjata dan sensor baru.

Selain untuk kapal perang Indonesia yang menjalani proyek R41, OPV 90, dan FMP, CMS tersebut juga digunakan untuk proyek kapal perang nasional Turki, MILGEM, yang diorientasikan memperkuat postur angkatan laut Turki di masa depan. Sejauh ini, CMS Advent sudah dibenamkan di TCG Kinalida. CMS sama juga digunakan di YCG Burgazada yang merupakan kapal induk komunikasi, kapal induk helikopter TCG Anadolu, korvet kelas Burak. Sejumlah korvet pesanan Pakistan juga menggunakan jeroan sama.

baca juga: Memahami Target Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Sedangkan untuk rudal, Indonesia sudah menjalin kesepakatan dengan Roketsan untuk pembelian berbagai jenis rudal. Rudal dimaksud antara lain Khan Missile System yang akan merupakan ground to ground ballistic missile, Hisar yang diarahkan untuk rudal pertahanan udara ((selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System, Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS)), serta Atmaca yang akan diandalkan sebagai rudal anti-permukaan kapal perang Indonesia -baik FMP, OPV 90m, maupun kapal perang yang menjadi program R41.

Bukan sebatas kualitas alutsista yang diakui secara global, faktor lain yang mendorong Turkifikasi alutsista TNI, khususnya untuk kapal perang, independensi Turki dalam mengembangkan berbagai alutsista, hingga transaksi yang dilakukan tidak rawan embargo, seperti lazimnya dilakukan Amerika Serikat. Apalagi, meski berposisi sebagai anggota NATO, politik luar Turki terbilang independent, sehingga bisa melakukan kerja sama dengan negara manapun, termasuk dengan Rusia yang sekarang menjadi musuh bersama blok Barat.

Tak kalah pentingnya adalah kebijakan Turki yang terbuka untuk transfer of technology, termasuk kepada Indonesia. Sikap ini ditegaskan Erdogan di sela pameran IDEF 2923 lalu, dengan mengatakan bahwa Turki tidak hanya menjual produk tapi juga mengembangkan proyek bersama jangka panjang. Erdogan mengaku sangat senang ilmu dan pengalaman industri pertahanan negaranya bisa dimanfaatkan negara sahabat.

Kerja sama transfer of technology dalam Turkifikasi kapal perang Indonesia sangat terbuka untuk produk CMS maupun rudal. Untuk CMS, misalnya, PT LEN bisa belajar atau memproduki karya Havelsan tersebut. Sedangkan pembelian besar-besaran untuk berbagai jenis rudal buatan Roketsan pun dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan proyek rudal pertahanan domestik seperti R-HAN ke depan.

Selain beberapa alasan di atas, Turkifikasi kapal perang Indonesia tampaknya sebagai prakondisi atau familirisasi untuk proyek Indonesia yang lebih besar ke depan. Apa itu? Desas-desus di sosial media menyebut Indonesia nanti akan bekerja bareng dengan Turki untuk mengembangkan kapal perang destroyer. Dalam proyek MILGEM, Turki telah mencantumkan rencana pembangunan delapan kapal perusak TF-2000. (*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Rekomendasi
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Berita Terkini
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved