alexametrics

Menhub: Arus Mudik Sampai H+2 Lebaran, Kecelakaan Turun Drastis

loading...
Menhub: Arus Mudik Sampai H+2 Lebaran, Kecelakaan Turun Drastis
Menhub, Budi Karya Sumadi mengatakan arus mudik Idul Fitri 1440 H berjalan lebih lama dari biasanya karena berlangsung hingga H2 atau 7 Juni 2019. Foto/SINDOphoto
A+ A-
SEMARANG - - Arus mudik Idul Fitri 1440 H berjalan lebih lama dari biasanya karena berlangsung hingga H+2 atau 7 Juni 2019. Sementara dari jumlah pergerakan pemudik juga meningkat hingga 4% persen dibanding tahun lalu.

"Kalau dari (angkutan) darat, alhamdulillah ada pertumbuhan kurang lebih 4%. Ada pertambahan sampai hari kemarin, karena mudiknya itu bukan sampai H-1 tapi malah sampai H+2," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau Arus Balik di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Sabtu (8/6/2019).

Dia pun mencatat angka kecelakaan turun drastis di banding arus mudik tahun lalu. Sistem one atau satu arah yang diterapkan di tol Trans Jawa terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan pemudik, sehingga waktu tempuh bisa lebih singkat.



"(Angka) kecelakaan turun dan yang meninggal dunia turun drastis kurang dari 50%. Tapi kita tidak boleh berpuas karena masih ada beberapa hari lagi (arus balik) untuk kembali ke Jakarta kembali ke Jawa Barat. Oleh karenanya kita harus konservatif melakukan itu," tambah dia.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan polisi maupun stakeholder lain untuk menjamin kelancaran arus balik. Terlebih saat ini juga telah dilakukan sistem one way mulai dari Ungaran hingga Cikampek.

"Kami juga bersama-sama polisi, Kakorlantas merencanakan arus balik dari Semarang ke arah Jakarta. Itu kelihatannya cukup baku, dengan menetapkan mulai dari Kalikangkung KM 414, sampai KM 70. Setelah KM 70 ke KM 29 mungkin sedikit contraflow. Insya Allah ini berjalan, dari tadi kami pantau berjalan dengan baik," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak