Warisan Budaya Takbenda Indonesia Berbasis Pangan Lokal

Jum'at, 28 Juni 2024 - 13:06 WIB
loading...
A A A
Warisan budaya adalah pengetahuan alam semesta, kemahiran tradisional, seni dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketahanan pangan dalam kehidupan bermasyarakat ada nilai-nilai penting yang dapat kita maknai bisa dilihat dari jenis dan kegunaannya, contohnya makanan untuk upacara adat, upacara kenduri yang mempunyai nilai sakral dalam persembahan tradisi yang dilakukan daerah Masyarakat adat.

Warisan budaya takbenda adalah warisan yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi atau seni budaya. Warisan budaya dimiliki oleh masyarakat atau komunitas dan pelaku budaya yang berkembang dari generasi ke generasi dalam suatu tradisi.

Bahkan warisan budaya tak benda di seluruh Indonesia dengan kearifan lokalnya menjadi jatidiri budaya Indonesia. Kearifan lokal yang dimiliki menjadi sumber kekayaan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Warisan budaya takbenda berbasis ketahanan pangan mempunyai potensi dan praktik tradisional yang kini sudah hampir punah, masyarakat diharapkan dapat menghidupkan kembali potensi yang ada, pentingnya kearifan lokal yang tumbuh ditengah masyarakat, guna melestarikan pengetahuan tentang alam, tumbuhtumbuhan yang hidup di sekitar lingkungan dan dapat dijadikan sebagai sumber makanan, sehingga dapat diolah menjadi sumber pangan yang berkelanjutan.

Warisan budaya takbenda erat kaitannya dengan ketahanan pangan yang sedang hangat saat ini, bahkan dalam penetapan warisan budaya tak benda wilayah timur memiliki makanan bubur sagu atau masyarakat mengenalnya Papeda yang sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) pada tahun 2015 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekarang Kementerian Pendidkan Riset dan Teknologi.

Kondisi saat ini masih bertahan dan berkembang sampai, Maluku dan Sulawesi. Keberadaannya memiliki sejarah yang panjang dan mempunyai makna filosofis mandalam. Indonesia diharapkan dengan kekayaan alam yang dimiliki dapat mengatasi krisis pangan, warisan budaya Indonesia dengan kearifan lokalnya bisa dijadikan salah satu bentuk pelestarian budaya.

Ketahanan pangan non beras pengganti nasi menjadi icon orang Papua. Sagu ketahanan pangan lokal, menurut masyarakat adat setempat bahwa sagu adalah tanaman yang sakral dan sangat istimewa sehingga setiap panen selalu di gelar upacara adat dan mensyukuri atas nikmat yang di dapat untuk kebutuhan masyarakat lokal.

Papeda atau Papua Penuh Damai adalah makanan tertua di Indonesia bagian timur. Papeda atau bubur sagu mempunyai tekstur yang sangat lembut berwarna putih agak kekuningan disajikan bersama kuah ikan kuning rasanya sangat nikmat. Sagu merupakan tanaman penghasil pati yang mengandung karbohidrat sangat tinggi, kandungan kalori dan gizinya sangat bermanfaat, menjadi bahan pokok pengganti beras oleh orang Papua.

Dalam situasi saat ini makanan sagu memiliki peranan penting dalam mengatasi krisis pangan. Sebagai makanan pokok masyarakat papua, Maluku dan papua Barat, Papeda di sajikan pada acara tertentu, upacara adat, ritual dan tradisi.

Mitologi masyarakat Papua konon katanya sagu itu merupakan jelmaan manusia. Tanaman pohon sagu berdasarkan jenisnya ada dua yang berduri dan tidak berduri, cara dan teknik pengetahuan mereka tentang alam juga mempunyai ciri khas masing-masing antara Suku Sentani dan Suku Moi.

Suku Sentani menebang pohon sagu dengan cara membelah, sedangkan Suku Moi menebang pohon sagu dengan cara horizontal. Keduanya mempunyai metodologi yang berbeda dengan caranya masing-masing.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Pemerintahan Prabowo...
Pemerintahan Prabowo Dipastikan Mampu Hadapi Gejolak Ekonomi
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved