Aksi Bela Palestina Harus Fokus pada Isu Kemanusiaan
Selasa, 18 Juni 2024 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Maka dari itu, apa yang dari dulu hingga sekarang terjadi di Palestina tidak bisa diselesaikan dengan menitikberatkan ideologi politik sebagai solusi, baik untuk para korban maupun bagi pihak yang peduli dan memberikan pertolongan. Dengan menggaungkan isu kemanusiaan yang jelas lebih bisa diterima pihak atau negara lain, akhirnya banyak negara mayoritas non-muslim yang membantu rakyat Palestina. Ia menyebutkan, negara-negara seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, Kolombia, dll, yang notabene bukan negara Islam, ikut memberikan bantuan mereka dengan jumlah banyak.
"Bahkan akhirnya ada pergolakan dari dunia akademisi di Amerika Serikat dan Inggris, mereka mengecam pemerintahnya sendiri karena dianggap memuluskan serangan Israel ke Palestina. Hal ini bisa terjadi karena ada dorongan untuk menarasikan penderitaan rakyat Palestina sebagai isu kemanusiaan, bukan pertentangan ideologi," imbuh Gus Najih.
Akademisi yang juga aktif menyebarkan narasi moderasi beragama dan toleransi ini juga mengimbau agar dukungan terhadap Palestina disampaikan dengan cara yang tepat. Seperti halnya mengadakan unjuk rasa isu kemanusiaan di depan kedutaan Amerika Serikat, menyalurkan sedekah melalui lembaga-lembaga yang kredibel, seperti Baznas, Lazisnu, dan Lazismu.
Penulis buku 'Tafsir Kebangsaan' dan 'Bid'ah Ideologi ISIS' ini menyebutkan, walaupun ada semangat yang besar dalam mendukung Palestina, publik juga perlu rasional dalam bertindak. Memberikan dukungan moril atau materil pada Palestina bukanlah alasan yang dibenarkan untuk melakukan segala tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma setempat.
"Dalam mengaktualisasikan dukungan, jangan sampai melanggar hukum dan juga harus rasional. Artinya begini, harus dalam koridor hukum yang berlaku dan tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan kriminal. Misalnya membakar fasilitas umum, ataupun melakukan serangan terhadap kedutaan asing, hal itu tentu tidak boleh terjadi,” tambahnya.
"Bahkan akhirnya ada pergolakan dari dunia akademisi di Amerika Serikat dan Inggris, mereka mengecam pemerintahnya sendiri karena dianggap memuluskan serangan Israel ke Palestina. Hal ini bisa terjadi karena ada dorongan untuk menarasikan penderitaan rakyat Palestina sebagai isu kemanusiaan, bukan pertentangan ideologi," imbuh Gus Najih.
Akademisi yang juga aktif menyebarkan narasi moderasi beragama dan toleransi ini juga mengimbau agar dukungan terhadap Palestina disampaikan dengan cara yang tepat. Seperti halnya mengadakan unjuk rasa isu kemanusiaan di depan kedutaan Amerika Serikat, menyalurkan sedekah melalui lembaga-lembaga yang kredibel, seperti Baznas, Lazisnu, dan Lazismu.
Penulis buku 'Tafsir Kebangsaan' dan 'Bid'ah Ideologi ISIS' ini menyebutkan, walaupun ada semangat yang besar dalam mendukung Palestina, publik juga perlu rasional dalam bertindak. Memberikan dukungan moril atau materil pada Palestina bukanlah alasan yang dibenarkan untuk melakukan segala tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma setempat.
"Dalam mengaktualisasikan dukungan, jangan sampai melanggar hukum dan juga harus rasional. Artinya begini, harus dalam koridor hukum yang berlaku dan tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan kriminal. Misalnya membakar fasilitas umum, ataupun melakukan serangan terhadap kedutaan asing, hal itu tentu tidak boleh terjadi,” tambahnya.
Lihat Juga :