Ini Jumlah Hewan Kurban Pemkot Semarang yang Akan Dibagikan hingga Wilayah Pinggiran

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:43 WIB
loading...
Ini Jumlah Hewan Kurban...
Wali Kota Semarang Mbak Ita menyerahkan hewan kurban kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang Achmad Fuad dan Camat Tembalang Agus Priharwanto di Balai Kota Semarang, Sabtu (15/6/2024).
A A A
KOTA SEMARANG - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan hewan kurban sebanyak 135 kambing dan 5 sapi yang telah dihimpun dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggaran APBD 2024.

Ratusan hewan kurban tersebut nantinya dibagikan ke masjid-masjid, musala, hingga pondok pesantren yang ada di berbagai penjuru Kota Semarang, bahkan menjangkau wilayah-wilayah pinggiran.

Penyerahan hewan kurban secara simbolis dilakukan Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, Achmad Fuad dan Camat Tembalang Agus Priharwanto di Balai Kota Semarang, Sabtu (15/6/2024).
Ini Jumlah Hewan Kurban Pemkot Semarang yang Akan Dibagikan hingga Wilayah Pinggiran


"Tahun ini saya ingin memberikan nuansa atau kebijakan berbeda dari tahun sebelumnya, yang biasanya penyembelihan terpusat di Balai Kota Semarang sehingga pembagiannya tidak bisa merata dan menjangkau sampai ke seluruh wilayah. Kini akan dilakukan di banyak tempat, bahkan menjangkau wilayah-wilayah pinggiran," ujar Mbak Ita.

Terlebih, lanjut dia, wilayah pinggir Semarang seperti Kecamatan Genuk, Banyumanik, dan Gunungpati, tidak memungkinkan jika harus mengambil daging kurban di Balai Kota Semarang. Pihaknya juga telah meminta jajarannya untuk mendata daerah-daerah mana yang selama ini kurang terjamah dalam hal pembagian daging kurban.

"Kami pikir, hewan kurban dari OPD-OPD ini bisa dibagi secara merata. Karena ada beberapa atau sebagian masjid, musala atau surau yang bahkan tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban sama sekali," tutur dia.

Termasuk penyelenggaraan Sholat Idul Adha yang rencananya akan digelar di Rowosari, tepatnya Masjid Al Muttaqin Pengkol Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

"Kalau selama ini Sholat Idul Adha selalu dilaksanakan di Balai Kota, di sini ini kan di tengah atau pusat kota. Kami ingin mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus membagikan sebagian kurban untuk masyarakat di sekitar sana," ucapnya.

Akhirnya, kata Mbak Ita, terpilih Kelurahan Rowosari, dengan pertimbangan banyak anak-anak berkebutuhan khusus, serta banyak keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah di sana.

"Saya minta ke temen-temen OPD yang biasa memberikan sapi untuk menggantinya menjadi kambing. Kalau satu sapi bisa jadi tujuh kambing, untuk dibagikan ke masyarakat sampai ke wilayah-wilayah yang membutuhkan," kata dia.

Dari OPD, lanjutnya, terkumpul 119 ekor kambing, dan satu sapi. Kemudian, dari APBD ada 16 kambing dan empat sapi.

"Ini konsepnya gotong royong, sapi akan dibagikan ke masjid-masjid besar. Sementara kambing akan dibagi ke 16 kecamatan, juga ke masjid, musala dan surau hingga wilayah pinggiran sehingga bisa merata," papar Mbak Ita.

Dia berharap langkah ini bisa memberikan manfaat dan masyarakat di Kota Semarang bisa merasakan daging kurban secara merata.

Tak sampai di situ, Mbak Ita juga mengingatkan agar pembagian daging kurban nantinya meminimalisir penggunaan plastik.

"Meminimalisir penggunaan plastik ini harus disosialisasikan saat pembagian daging. Makanya kalau bisa, pembagian daging nantinya pakainya daun. Jangan pakai plastik. Kan bisa pakai daun jati, daun pisang, atau 'besek' bisa," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang Achmad Fuad mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang membagi kurban merata kepada masyarakat di berbagai penjuru wilayah.

"Tahun kemarin kan disembelih sendiri di Balai Kota dan dibagikan ke masyarakat sekitar sini. Sekarang kan dibagi ke wilayah-wilayah yang masyarakatnya kurang mampu," kata Fuad.

Menurutnya, masjid dan musala yang dipilih memang masjid dan musala yang sama sekali atau kurang mendapat hewan kurban. Sehingga kali ini, wilayah-wilayah yang kurang mampu bisa mendapatkan hewan kurban untuk dibagikan pada masyarakat.

"Ada masjid, musala, hingga pondok pesantren yang mendapatkan. Dipilih tempat-tempat yang memang wilayahnya banyak warga kurang mampu. Namun tidak semuanya yang mendapat lewat DMI, ada juga musala atau masjid yang mengajukan ke Pemkot Semarang untuk bantuan. Itu semua diakomodir," tuturnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Masjid Dekat Rumah Amien...
Masjid Dekat Rumah Amien Rais Dapat Kiriman Sapi Kurban dari Pak TIW saat Iduladha
Aliyah Rizq Raih Pengakuan...
Aliyah Rizq Raih Pengakuan Asean dan Asia Records lewat Asia Mega Qurban 2026
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Kurban, Filantropi,...
Kurban, Filantropi, dan Cara Baru Merawat Sesama
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Lewat Program TJSL,...
Lewat Program TJSL, IFG Life Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat
Pemotongan Hewan Kurban...
Pemotongan Hewan Kurban Dharma Jaya Jadi Pilihan Sejumlah Instansi
Rekomendasi
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Berita Terkini
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved