Pengamat Nilai Ada Upaya Sistematis Mendelegitimasi KPU

Senin, 04 Maret 2019 - 06:10 WIB
Pengamat Nilai Ada Upaya...
Pengamat Nilai Ada Upaya Sistematis Mendelegitimasi KPU
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik asal UIN Jakarta, Adi Prayitno menduga ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu. Hal ini patut diduga dengan aksi FUI dan Amien Rais ke KPU pada Jumat lalu yang menuntut audit forensik sistem informasi KPU dan daftar pemilih.

"Itu logika yang dibangun untuk mendelegitimasi posisi KPU sebagai penyelenggara pemilu. Menurut saya ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi KPU," ujar Adi kepada SINDOnews, Minggu (3/3/2019).

Adi menilai, pola yang sama sebenarnya sudah pernah terjadi di Pemilu 2014 lalu. Hanya saja upaya terjadi setelah pilpres. Kini pola tersebut digencarkan sebelum pemilu.

Di sisi lain, masyarakat semakin terabaikan untuk mendapatkan informasi tentang rekam jejak dan program yang ditawarkan peserta pemilu khususnya paslon pilpres. "Sebaiknya semua kubu lebih fokus pada penyampaian gagasan, visi, dan program," tegas Adi.

Menurut Adi, di era demokrasi dengan serba keterbukaan informasi, KPU justru satu-satunya lembaga yang mestinya dipercaya untuk menyelenggarakan pemilihan. "Saya kira cukup berlebihan kalau ada upaya mengaudit IT KPU, sedangkan penghitungan suara di Indonesia masih secara manual," jelas Adi.

Adi juga heran dengan usulan agar kotak suara di simpan di Markas Koramil. Kalau itu diwujudkan malah melanggar peraturan. "Apa aturannya? Itu tidak sesuai prosedur," tandasnya.

Dia menyampaikan, di setiap TPS ada banyak saksi dari kandidat dan partai politik. Mereka lah yang akan mengawasi jalannya pemilihan. Tidak hanya itu, proses pemilihan juga diawasi lembaga independen.

Rasanya tidak baik kalau terlalu berprasangkan akan terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019. Alhasil, nanti siapapun yang menang akan dicurigai hasil pemilihan yang curang. "Ini tidak bagus untuk demokrasi. Saya kira tidak ada juga indikasi KPU curang," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Mahfud MD: Pelimpahan...
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved