Faktor Kamala Harris di Pilpres AS
Kamis, 20 Agustus 2020 - 06:24 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, warga Amerika termasuk mereka yang beragama Islam akan lebih memprioritaskan faktor-faktor urgen lainnya dalam pilpres kali ini. Salah satunya adalah integritas dan keberpihakan kepada imigran dan minoritas. Bagi masyarakat Muslim hal ini menjadi pertimbangan utama akibat kebijakan Donald Trump yang sangat anti imigran, minoritas termasuk anti Muslim.
Kritikan lainnya adalah kecurigaan kepada Kamala sebagai keturunan India. Dengan pemerintahan radikal Modi saat ini di India dicurigai Kamala akan jadi pembenaran bagi Modi untuk semakin diskriminatif terhadap warga Muslim di India. Kenyataannya Kamala sangat kritis dengan kebijakan Modi yang anti Muslim di India.
Apapun itu Kamala jadi harapan banyak pihak di AS. Kamala dipandang sebagai representasi wajah Amerika yang beragam. Kamala mewakili kaum perempuan, mewakili Afro Amerika dan Karibia, immigran non-white, dan tentunya Asia khususnya Asia Selatan.
Di tengah kekecewaan dan bahkan kemarahan kepada Trump karena rasisme dan perpecahan yang sangat menajam saat ini, Kamala hadir untuk memberikan secercah harapan itu. Amerika memang menantikan kelembutan seorang wanita, tapi ketegasan seorang mantan jaksa bernama Kamala Harris. Semoga!
New York, 18 Agustus 2020
Kritikan lainnya adalah kecurigaan kepada Kamala sebagai keturunan India. Dengan pemerintahan radikal Modi saat ini di India dicurigai Kamala akan jadi pembenaran bagi Modi untuk semakin diskriminatif terhadap warga Muslim di India. Kenyataannya Kamala sangat kritis dengan kebijakan Modi yang anti Muslim di India.
Apapun itu Kamala jadi harapan banyak pihak di AS. Kamala dipandang sebagai representasi wajah Amerika yang beragam. Kamala mewakili kaum perempuan, mewakili Afro Amerika dan Karibia, immigran non-white, dan tentunya Asia khususnya Asia Selatan.
Di tengah kekecewaan dan bahkan kemarahan kepada Trump karena rasisme dan perpecahan yang sangat menajam saat ini, Kamala hadir untuk memberikan secercah harapan itu. Amerika memang menantikan kelembutan seorang wanita, tapi ketegasan seorang mantan jaksa bernama Kamala Harris. Semoga!
New York, 18 Agustus 2020
(poe)