PKS Minta Jokowi Ralat Sebagian Besar Data Selain Kebakaran Hutan
Rabu, 20 Februari 2019 - 10:55 WIB
PKS Minta Jokowi Ralat Sebagian Besar Data Selain Kebakaran Hutan
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meralat ucapannya yang mengklaim tak ada kebakaran hutan dan lahan dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua , Minggu 17 Februari lalu. Pria yang akrab disapa Jokowi itu menjelaskan bahwa maksudnya adalah kebakaran hutan menurun drastis.
Terkait hal tersebut, Sekretaris bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menilai Presiden Jokowi juga perlu meralat sebagian besar data lain yang disampaikan pada debat kedua itu. Pasalnya, masih banyak data yang tidak valid disampaikan Jokowi pada debat kedua itu selain masalah kebakaran hutan.
"Bukan hanya soal kebakaran hutan. Pak Jokowi juga perlu meralat sebagian besar data yang disampaikan dalam debat itu," ujar Suhud kepada SINDOnews, Rabu (20/2/2019).
(Baca juga: Soal Kebakaran Hutan, Jokowi: Bukan Tidak Ada tapi Turun Drastis 85%)
Dia melihat Presiden Jokowi tampak sangat gegabah dalam penggunaan data saat debat kedua tersebut. "Atau ia menerima input yang salah dari tim kampanye-nya," kata Suhud yang juga sebagai salah satu Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.
(Baca juga: Gerindra: Aneh Rasanya, Bila Presiden Paparkan Data Tak Sahih)
Menurut dia, aneh dan tidak sepatutnya seorang presiden menggunakan data yang salah. "Apalagi selama ini ia kerap menuding pihak oposisi selalu menyebarkan hoaks," pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Sekretaris bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menilai Presiden Jokowi juga perlu meralat sebagian besar data lain yang disampaikan pada debat kedua itu. Pasalnya, masih banyak data yang tidak valid disampaikan Jokowi pada debat kedua itu selain masalah kebakaran hutan.
"Bukan hanya soal kebakaran hutan. Pak Jokowi juga perlu meralat sebagian besar data yang disampaikan dalam debat itu," ujar Suhud kepada SINDOnews, Rabu (20/2/2019).
(Baca juga: Soal Kebakaran Hutan, Jokowi: Bukan Tidak Ada tapi Turun Drastis 85%)
Dia melihat Presiden Jokowi tampak sangat gegabah dalam penggunaan data saat debat kedua tersebut. "Atau ia menerima input yang salah dari tim kampanye-nya," kata Suhud yang juga sebagai salah satu Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.
(Baca juga: Gerindra: Aneh Rasanya, Bila Presiden Paparkan Data Tak Sahih)
Menurut dia, aneh dan tidak sepatutnya seorang presiden menggunakan data yang salah. "Apalagi selama ini ia kerap menuding pihak oposisi selalu menyebarkan hoaks," pungkasnya.
(kri)