Resesi di Depan Mata, Said Iqbal: Stop Mengeluh, Kita Harus Kreatif

Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:44 WIB
loading...
Resesi di Depan Mata,...
Presiden KSPI Said Iqbal. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 yang telah dirasakan dunia diyakini sedang membentuk tatanan baru. Dalam situasi inilah, kreativitas sangat diperlukan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan International Labour Organization tengah membahas kepastian kerja karena terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di seluruh dunia.

Saat ini sejulah negara maju sudah mengalami resesi. Sementara ekonomi Indonesia tercatat minus 5,32 persen pada kuartal II/2020. Secara teori, bila pada kuartal III/2020 pertumbuhan nasional kembali minus, maka Indonesia sudah masuk jurang resesi. Dampaknya, Said menyatakan bakal akan ada gelombang PHK lagi.

(Baca: Pemerintah Diminta Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Cegah PHK Massal)

“ILO memprediksi 30.000 jam kerja hilang, akan muncul orang miskin baru. China sebagai raksasa dunia, pertumbuhan ekonominya turun. Orang yang bekerja dan tetap miskin diprediksi berjumlah 18 juta,” tuturnya dalam diskusi daring dengan tema “Pemenuhan Hak Atas Pekerjaan Pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu (19/8/2020).

Said Iqbal menerangkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus mendiskusikan tentang PHK dan kepastian kerja. KSPI meminta pemerintah adil dalam bersikap ketika menghadapi kontraksi ekonomi.

Dampak Covid-19 ini ada yang memprediksi lebih besar dari great depression. Amerika Serikat, menurutnya, baru bisa mengakhiri great depression pada perang dunia II. “Kita tidak ingin itu terjadi. Yang terdampak itu buruh dan teman-teman pengusaha,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Berita Terkini
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved