RS BUMN Didorong Tingkatkan Layanan Kesehatan Nasional
Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Piter melanjutkan, merjer perusahaan kesehatan BUMN itu diyakini akan menjadi lebih baik, sebab bisa membantu fokus dalam upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat. "Akan jauh lebih baik jika perusahaan-perusahaan itu menjadi satu dengan fokus dan dia bisa fokus pada bidangnya, selama ini kan menjadi berbeda dengan induk," ungkapnya.
Piter memberikan contoh anak usaha PT Krakatau Medika (RS Krakatau Medika) yang merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero). Induknya bergerak pada bidang baja, namun anak perusahaannya dalam pelayanan kesehatan, menjadi tidak fokus.
"Induknya ngomongin baja, anak usaha ngomongin kesehatan, sekarang dia benar-benar fokus dibidangnya, marger ini adalah sesuatu yang baik karena bisa membantu fokus dari perusahaan-perusahaan BUMN," kata Piter.
Piter menambahkan, kelebihan penggabungan RS BUMN adalah meningkatkan skala ekonomi dengan memiliki modal yang jauh lebih besar sehingga, perusahaan plat merah itu mampu untuk memenangkan bisnisnya secara lebih baik. Secara aset menjadi terakumulasi lebih besar, maka dengan memiliki modal yang besar perusahaan mampu untuk berkembang lebih luas dalam menjalankan bisnisnya.
"Dari sisi aset itu menjadi lebih besar, dengan kelebihan itu, dengan aset yang lebih besar skala dari ekonomi yang lebih besar, maka perusahaan itu memiliki kemampuan untuk berkembang yang lebih luas juga, kan ekonomi itu membutuhkan capital, membutuhkan modal," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pembentukan Holding Rumah Sakit BUMN di bawah Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) sebagai induk Holding guna meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional.
Aksi korporasi tersebut melalui empat objektif strategis yaitu penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.
Erick Thohir menargetkan integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. Secara konsolidasi grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha hingga mencapai Rp4,5 triliun dan total aset mendekati Rp5 triliun.
Piter memberikan contoh anak usaha PT Krakatau Medika (RS Krakatau Medika) yang merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero). Induknya bergerak pada bidang baja, namun anak perusahaannya dalam pelayanan kesehatan, menjadi tidak fokus.
"Induknya ngomongin baja, anak usaha ngomongin kesehatan, sekarang dia benar-benar fokus dibidangnya, marger ini adalah sesuatu yang baik karena bisa membantu fokus dari perusahaan-perusahaan BUMN," kata Piter.
Piter menambahkan, kelebihan penggabungan RS BUMN adalah meningkatkan skala ekonomi dengan memiliki modal yang jauh lebih besar sehingga, perusahaan plat merah itu mampu untuk memenangkan bisnisnya secara lebih baik. Secara aset menjadi terakumulasi lebih besar, maka dengan memiliki modal yang besar perusahaan mampu untuk berkembang lebih luas dalam menjalankan bisnisnya.
"Dari sisi aset itu menjadi lebih besar, dengan kelebihan itu, dengan aset yang lebih besar skala dari ekonomi yang lebih besar, maka perusahaan itu memiliki kemampuan untuk berkembang yang lebih luas juga, kan ekonomi itu membutuhkan capital, membutuhkan modal," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pembentukan Holding Rumah Sakit BUMN di bawah Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) sebagai induk Holding guna meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional.
Aksi korporasi tersebut melalui empat objektif strategis yaitu penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.
Erick Thohir menargetkan integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. Secara konsolidasi grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha hingga mencapai Rp4,5 triliun dan total aset mendekati Rp5 triliun.
(maf)
Lihat Juga :