Pandemi Corona, BUMN Akan Bantu Pekerja Migran Indonesia
Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
BP2MI diminta mensinergikan data para pekerja. Erick menjelaskan program prakerja ini bisa diakses oleh pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan informal.
"Program prakerja bisa bekerja sama dengan para pekerja migran. Kalau pasarnya belum siap, dan memerlukan waktu 1-2 tahun, negara hadir. Ada program-program untuk usaha mikro. Kita sinergi," tuturnya,
Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyatakan pihaknya akan mendukung penuh BP2MI untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan para PMI. "Para pekerja migran merupakan salah satu penyumbang devisa negara," ucapnya.
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Negara Indonesia (BNI) Sis Apik Wijayanto mengatakan akan memberdayakan seluruh cabang di luar negeri untuk menampung remiten dari para PMI.
BNI selama ini sudah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk para PMI. Jumlah PMI yang mendapatkan bantuan kredit tersebut mencapai 10.000 orang. Paling banyak di Hongkong, Taiwan, dan Jepang.
"Program prakerja bisa bekerja sama dengan para pekerja migran. Kalau pasarnya belum siap, dan memerlukan waktu 1-2 tahun, negara hadir. Ada program-program untuk usaha mikro. Kita sinergi," tuturnya,
Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyatakan pihaknya akan mendukung penuh BP2MI untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan para PMI. "Para pekerja migran merupakan salah satu penyumbang devisa negara," ucapnya.
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Negara Indonesia (BNI) Sis Apik Wijayanto mengatakan akan memberdayakan seluruh cabang di luar negeri untuk menampung remiten dari para PMI.
BNI selama ini sudah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk para PMI. Jumlah PMI yang mendapatkan bantuan kredit tersebut mencapai 10.000 orang. Paling banyak di Hongkong, Taiwan, dan Jepang.
(maf)
Lihat Juga :