alexametrics

Pendidikan yang Melampaui Perubahan

loading...
Pendidikan yang Melampaui Perubahan
Foto: Ilustrasi/KORAN SINDO
A+ A-
Fathur Rokhman
Rektor Universitas Negeri Semarang

PENDIDIKAN dan perubahan adalah dua konsep yang tak terpisahkan. Jauh-jauh hari kaitan keduanya telah ditegaskan Nelson Mandela dalam ungkapan monumentalnya: pendidikan adalah alat yang paling kuat untuk mengubah dunia. Hampir setiap definisi pendidikan yang ada juga menyertakan konsep “perubahan” di dalamnya. Persoalannya, bagaimana pendidikan harus berubah di zaman yang perubahannya begini radikal?

Perubahan mendasar yang terjadi belakangan ini telah membawa kabar gembira sekaligus kecemasan. Perkembangan teknologi membuat manusia terpesona dengan masa depan yang benar-benar baru dan belum terbayangkan sebelumnya. Di sisi lain, perubahan akan menggerus nilai-nilai yang selama berabad-abad diyakini kebenarannya.



Ada banyak kabar gembira yang ditawarkan perubahan. Misalnya perubahan teknologi akan membuat manusia ke gerbang aplikasi teknologi nano yang membuat pengobatan terhadap penyakit mematikan bisa lebih mudah dilakukan. Selain itu, tidak lama lagi manusia akan bisa mengintegrasikan organ bioniknya sehingga memiliki kemampuan tubuh dan pikiran berkali-kali lipat.

Di sisi lain, PricewaterhouseCoopers memprediksi akan ada jutaan pekerjaan yang tidak lagi relevan. Jenis pekerjaan yang selama ini digeluti manusia akan segera digantikan robot. Akibatnya, akan muncul jutaan pengangguran baru yang mengancam bukan saja kehidupan ekonomi bangsa, tetapi juga aspek sosial dan budayanya. Kalaupun tidak, pekerjaan itu akan mengalami pergeseran.

Perubahan yang terjadi hari-hari ini terbukti tidak hanya mengubah bentuk sesuatu dan cara manusia menggunakannya. Lebih jauh dari itu, perubahan juga membawa kita pada pergeseran makna. Perubahan telah menyentuh aspek hakikat sehingga membuat sesuatu yang pada era sebelumnya terasa bermakna tiba-tiba menjadi tidak bermakna lagi.

Pendidikan Terdisrupsi
Bagi masyarakat pendidikan, perubahan disruptif juga menggembirakan sekaligus mencemaskan. Ia menyenangkan karena perubahan merupakan kondisi yang diidamkan pendidikan, tetapi ia juga mencemaskan karena perubahan radikal juga mengancam pola dan nilai dasar pendidikan. Dengan kata lain, perubahan yang diupayakan dunia pendidikan pada saat yang bersamaan telah mengancam eksistensi pendidikan itu sendiri.

Tentu saja masyarakat pendidikan bisa tetap optimis karena bagaimana pun perubahan terjadi dalam masyarakat pendidikan tetap dibutuhkan. Kondisi bahkan menunjukkan, semakin modern masyarakat akan semakin memprioritaskan ilmu pengetahuan sehingga akan semakin membutuhkan pendidikan. Namun, masyarakat pendidikan juga harus siap karena bentuk dan pola pendidikan lama mungkin tidak lagi relevan.

Dalam pola pendidikan lama, pertemuan fisik dianggap penting. Inilah yang membuat murid dan guru rela menempuh perjalanan dan mahasiswa rela merantau jauh meninggalkan kampung halamannya. Tetapi, ketika komunikasi jarak jauh menyemai efektivitas pertemuan tatap muka, orang mulai mempertanyakan urgensi pertemuan fisik. Kondisi ini kemudian melahirkan konsep hybrid/blended learning yang berupaya memadukan pembelajaran tatap muka dan komunikasi jarak jauh.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak