Diminta Usut, Dugaan Konflik Kepentingan Dua Eks Stafsus Presiden

Jum'at, 01 Mei 2020 - 11:18 WIB
loading...
A A A
Menurut Fickar, usulan masyarakat agar Presiden membubarkan Stafsus presiden cukup beralasan. "Inilah hasil dari konflik kepentingan itu melahirkan korupsi dimana-mana, bahkan sudah menghamburkan uang negara secara sengaja, karena pekerjaan yang dilakukan dua Stafsus itu bisa dikerjakan oleh Kemendagri dan Kemenaker," ujarnya.

Dia melanjutkan, data tentang desa dan potensi kekuatan ada di tangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sedangkan data korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) termasuk dinas tenaga kerja.

"Pusat tidak usah mengeluarkan dana begitu besar sampai dengan Rp5,6 triliun. Kemenaker memang didirikan untuk itu, jadi program kartu kerja yang diserahkan kepada perusahaan-perusahaan stafsus sudah menjadi tindakan yang menghamburkan uang negara," ungkapnya.(Baca juga: Belva Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden, Bhima: Tantangan Debat Berakhir )

Fickar menilai sangat beralasan sejumlah anggota Komisi III DPR yang mempersoalkan proyek kartu prakerja saat rapat dengar pendapat dengan KPK, Rabu 29 April 2020.

"Ya, KPK kalau masih punya keberanian untuk menegakkan hukum sebagai lembaga yang independen wajib mengusut korupsi-korupsi yang lahir dari konflik kepentingan kepentingan di Istana," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Presiden Yovie...
Stafsus Presiden Yovie Widianto: Musik Adalah Berkah, Bukan Sekadar Royalti
KPK Periksa Eks Stafsus...
KPK Periksa Eks Stafsus Jokowi Arif Budimanta selama 10 Jam Sebagai Saksi Kasus LPEI
Siapa Pengganti Gus...
Siapa Pengganti Gus Miftah? Istana: Itu Hak Prerogatif Presiden
Menahan Tangis saat...
Menahan Tangis saat Umumkan Mundur, Gus Miftah: Jabatan Hanya Titipan
Terima Penghargaan,...
Terima Penghargaan, Angkie Yudistia: Kita Kawal Inklusivitas Demi Kesejahteraan Masyarakat
Prabowo Subianto Akan...
Prabowo Subianto Akan Melantik 7 Utusan Khusus Presiden, Termasuk Raffi Ahmad dan Gus Miftah
Stafsus Kemenkumham:...
Stafsus Kemenkumham: Ada Antrean Panjang WNA Pingin Jadi WNI
PKKMB Universitas Primakara,...
PKKMB Universitas Primakara, Stafsus Presiden Yovie Widianto Bagikan Pesan Khusus ke Maba
Gaji Deddy Corbuzier...
Gaji Deddy Corbuzier sebagai Staf Khusus Kemenhan, Lebih Besar dari Raffi Ahmad
Rekomendasi
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seleksi Beasiswa Jalur Prestasi Basket
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
Liburan Lebih Fleksibel...
Liburan Lebih Fleksibel Tanpa Kerumitan dengan Cicilan 0%
Berita Terkini
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved