Dinamika Asumsi dan Perubahan APBN di Era Ketidakpastian

Senin, 22 April 2024 - 16:23 WIB
loading...
A A A
Pun pendapatan negara 2024 diestimasi sebesar Rp2.802,3 triliun, dengan sumber terbesar dari dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.309,9 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp492 triliun. Upaya optimalisasi pendapatan negara dilakukan, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dunia usaha dan daya beli masyarakat, serta aspek keadilan dalam sistem perpajakan.

Lebih lanjut, belanja negara dalam APBN Tahun 2024 direncanakan sebesar Rp3.325,1 triliun, dengan alokasi terbesar untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.467,5 triliun, serta transfer ke daerah sebesar Rp857,6 triliun. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka defisit APBN tahun 2024 pun telah disepakati oleh DPR RI sebesar 2,29% dari PDB atau secara nominal 522,8 Triliun.

Oleh sebab itu, dengan berbagai dinamika ketidakpastian yang ada, maka pemerintah perlu terus berkerja keras dalam melakukan pengelolaan APBN, penerimaan, belanja dan juga pembiayan serta kolaborasi dengan bank sentral termasuk memaksimalkan peran KSSK dalam menjaga Indonesia tetap tumbuh dan resilien.

Urgensi Menjaga Kredibilitas APBN


Pendekatan efektif yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan penyesuaian APBN melalui penetapan skala prioritas dalam perencanaan dan penganggaran serta melakukan perubahan dengan menganalisis sektor-sektor yang memiliki risiko rendah terhadap perubahan ekonomi.

Pendekatan tersebut dapat memungkinkan pemerintah untuk tetap fokus pada program-program yang penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sembari mengurangi risiko terhadap kebijakan fiskal yang tidak stabil. Artinya, berhadapan dengan situasi seperti saat ini, pemerintah perlu melakukan penyesuaian APBN secara cerdas dan cermat.

Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah dengan mengidentifikasi sektor-sektor yang paling terdampak oleh kenaikan harga barang dan memberikan stimulus atau subsidi yang sesuai. Misalnya, dalam kasus kenaikan harga minyak mentah, pemerintah dapat mengkaji ulang subsidi bahan bakar untuk menjaga agar harga jualnya tetap stabil bagi konsumen, sementara pada saat yang sama mencari alternatif energi terbarukan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Selain itu, penyesuaian APBN juga memerlukan evaluasi ulang terhadap alokasi dana untuk berbagai program dan proyek pemerintah. Pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran untuk memastikan bahwa dana tersedia untuk sektor-sektor yang paling membutuhkan, sembari tetap memperhatikan keseimbangan fiskal dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Berkaca pada kondisi hari ini, hal tersebut diperlukan karena dengan melakukan penyesuaian APBN secara efektif, Indonesia dapat mengelola kenaikan harga barang dengan lebih baik, mencegah terjadinya defisit yang berlebihan, dan menjaga stabilitas ekonomi negara dalam jangka panjang. Semoga.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Rekomendasi
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved