Koalisi Din Syamsuddin dkk Diingatkan Tidak Provokatif dan Mendelegitimasi Kekuasaan

Senin, 17 Agustus 2020 - 14:42 WIB
loading...
Koalisi Din Syamsuddin...
Pradeklaraasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Ryanta menyatakan, menjadi hak warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum. Termasuk dengan rencana Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang akan melakukan deklarasi dan tuntutan maklumat Selasa 18 Agustus 2020.

Menurut Stanislaus, di negara demokrasi kritik terhadap pemerintahan selalu terbuka untuk dilakukan. "Namun demikian aksi-aksi dari kelompok masyarakat tentu ada rambu-rambunya," kata Stanislaus saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/8/2020).

Menurut dia, jika gerakan koalisi yang digagas Din Syamsuddin dkk ini mengarah kepada aksi-aksi yang mengarah kepada delegitimasi pemerintah, apalagi mengarah kepada makar, pemerintah harus mengambil tindakan.

(Baca juga: Alasan Din Syamsuddin dkk Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia di Tugu Proklamasi ).

Sebaliknya, selama kelompok tersebut hanya membuat organisasi untuk melakukan kritik konstruktif kepada pemerintah, itu hal yang baik dan harus didukung. Tetapi, jika mengarah ke tindakan provokasi untuk delegitimasi pemerintah, harus dicegah.

(Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Sebut Deklarasi KAMI Sebagai Kanal Alternatif ).

"Jika ingin mengganti pemerintah sudah ada wadah yang sah yaitu Pemilu 2024 nanti. Mengganggu pemerintahan sekarang dalam konteks provokasi delegitimasi berarti harus dicegah," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Gandeng JK hingga Said...
Gandeng JK hingga Said Aqil, Din Syamsuddin Inisiasi Aliansi Global untuk Kemanusiaan
Dubes Iran Bertemu Din...
Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Ajukan Din Syamsuddin dan Mantan Wakapolri Oegroseno sebagai Ahli
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penetapan Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tak Sesuai Nilai Etika Moral, Hukum, dan Politik
Lega Ridwan Kamil Maju...
Lega Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta, Din Syamsuddin Tegaskan Dukung RIDO
Rekomendasi
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved