Pudarnya Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngono

Kamis, 04 April 2024 - 08:14 WIB
loading...
A A A
Imam Al-Ghazali acapkali merenungkan tentang makna hati nurani, yang dalam perspektifnya adalah Qolbu. Salah satu kitab tenarnya, Kimiyaus Sa’adah yang menjadi dialektika Qalbu-Akal-Jasad, mengungkap bahwa akal dan qalbu memiliki fungsi kognitif sekaligus afeksi yang mendiami jasad, sebab keduanya membuncahkan kemanusiaan tentang rasa sekaligus nalar pun nafsu secara bersamaan.

Tapi, ia memberi garis besar bahwa keduanya membeda, dalam memberi objek perhatian bahwa akal cakrawalanya lebih pada sisi rasionalitas yang empirik; membedah data-data yang konkrit dengan kekuatan pemahaman pemikiran dengan fokus berkisar hukum-hukum eksakta-ilmu pengetahuan alam empiris, sejarah kehidupan dan hukum-hukum kemanusiaan secara sosial.

Kata Ghazali, hati yang baik atau Qolbu yang baik, menggunakan energi dzikir dalam proses pemahaman terhadap ayat-ayat Allah sebagai yang disebut Qolbu Salim, yang maknanya hati-nurani yang selamat, yang dimiliki oran-orang beriman. Seperti juga Rasulullah menyatakan "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati/Qolbu." (HR Bukhari).

Renungan Ghazali dan Sabda Nabi, tentang Qolbu beresonansi pada piwulang Jawa tentang nurani dengan ajaran Eling lan Waspodo; yakni mawas diri yang juga berkaca pada konsep Qolbu. Baik seturut Ghazali di kitab Ihya Ulumuddin pun Aquinas di Summa Theologiae, piwulang leluhur Ngono Yo Ngono ning Ojo Ngono kembali menggema lirih, samar-samar terdengar. Tatkala negeri makin gundah dan lara sebab para pemimpin tak kunjung memberi teladan, bahkan nilai-nilai kolektif dilabrak.

Pengetahuan tentang mawas diri, yang mengetuk pintu hati nurani, yang turun-temurun, generasi ke generasi diwariskan tak lagi mendiami benak mereka. Pemimpin yang tak mengindahkan lagi tuntunan kitab suci religi, melabrak nasihat-nasihat para cendekiawan serta abai pada ujaran-ujaran bijak leluhur.

Mungkin ujaran "Ngono Yo Ngono ning Ojo Ngono", telah usang, tak lagi memancarkan makna kamanungsan yang tulus bersemayam di dalam batin.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Ingatkan Kepemimpinan...
Pengamat Ingatkan Kepemimpinan Peradi Bukan Sekadar Jabatan, tapi Ujian Etika
BRIN Siap Selamatkan...
BRIN Siap Selamatkan Pantura Jawa lewat Giant Sea Wall
PDIP Ancam Pecat Kader...
PDIP Ancam Pecat Kader yang Tak Jaga Etika dan Cederai Hati Rakyat
Ngeceng dan Pertimbangan...
Ngeceng dan Pertimbangan Etika (Bagian 2/Habis)
15 Tahun di Indonesia,...
15 Tahun di Indonesia, Mary Jane Kuasai Berbahasa Jawa
Ngeceng Juga Ada Etikanya...
Ngeceng Juga Ada Etikanya (Bagian 1)
Tren Pesta Pernikahan,...
Tren Pesta Pernikahan, Pertahankan Nuansa Tradisional dengan Sentuhan Modern
Mengapa Orang Jawa Menyebut...
Mengapa Orang Jawa Menyebut Bulan Syaban dengan Kata Ruwah?
Etika dan Adab Bertamu...
Etika dan Adab Bertamu dalam Islam, Simak di Sini!
Rekomendasi
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Berita Terkini
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved