alexametrics

BKKBN Sebut Hasil dari Konferensi Soal Populasi Akan Jadi Jurnal

loading...
BKKBN Sebut Hasil dari Konferensi Soal Populasi Akan Jadi Jurnal
BKKBN bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, University of Portsmouth Inggris, serta British Council berhasil menggelar Konferensi Internasional. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, University of Portsmouth Inggris, serta British Council telah berhasil menggelar Konferensi Internasional Dua Tahunan Asia Tenggara.

Konferensi ini diselenggarakan di Singhasari Resort Batu Malang, Jawa Timur, 8-9 November 2018. Dengan mengangkat tema Populasi dan Kesehatan di Asia Tenggara, konferensi dihadiri sebanyak 250 orang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam konferensi ini turut menyeleksi 40 paper dengan judul yang berbeda-beda dari 17 negara sebagai peserta dengan beberapa perwakilannya. Paper ini akan diseleksi, dipilih yang terbaik untuk diteliti lebih lanjut dengan bantuan BKKBN, Universitas Portsmouth dan Brawijaya.

"Nanti yang terpilih itu akan disajikan dalam jurnal Internasional. Jadi kita mesti evaluasi lagi, pilih lagi. Kadang-kadang judulnya menarik tapi isinya sangat menarik, ada juga judulnya sangat menerik tapi isinya kurang menarik. Makanya moderatornya itu berbagai negara, jadi kemampuan berbahasa inggris juga disalurkan disini ini kan penting buat kita nih, kesempatan," ujar Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan, BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik

Damanik menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan suatu terobosan dari kedeputian lalitbang. Karena ingin memfasilitasi bagaimana para peneliti khususnya di Indonesia bisa mempublikasikan hasil penelitiannya sehingga peneliti naik pangkat.

"Karena sekarang ini dituntut kayak gitu, tidak boleh para peneliti, dosen tidak bisa naik pangkat kalo gaada penelitiannya jadi ini in line dengan kebijakan Pemerintah dalam hal ini didukung oleh Ristekdikti. Dosen-dosen juga gitu, dan ini bukan jurnal abal-abal jurnalnya mesti jelas," jelas Damanik.

Sekertaris Eksekutif Portsmouth-Brawijaya Center for Global Health, Populatioan and Policy, Henny Rosalinda mengungkapkan dari konferensi ini salah satu kekurangan Indonesia dalam penelitian adalah kurangnya publikasi.

"Sebenarnya peneliti kita juga sangat aktif dan kritis, kendalanya publikasi terhadap penelitian-penelitian itu tidak dapat berkembang. Ini tantangan kami sebagai penyelenggara, bukan hanya menampung paper di konferensi, challenge berikutnya adalah bagaimana mempublikasikan hasilnya dari konferensi ini," jelas Henny.

Henny menambahkan, nantinya dari salah satu paper yang terpilih, hasil penelitiannya dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat Indonesia termasuk juga warga negara lainnnya.

"Jadi penelitiannya bukan hanya konsumsi indonesia tapi kawasan Asia Tenggara dan dunia sehingga kerjasamanya kita sekarang share dengan beberapa negara seperti Inggris, Bangladesh, Australia, Singapura. Dan kita punya kesempatan menyuarakan sampel dari indonesia ke negara-negara tersebut," tuturnya.

Konferensi dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani, Dekan University of Portsmouth Sherria Hoskins, Direktur British Council, para ahli dan pakar, pejabat pemerintahan, perwakilan organisasi masyarakat, serta akademisi.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak