Uskup Agung Suharyo Harap Pascapemilu 2024 Tak Ada Politik Pecah Belah dan Kekerasan

Minggu, 31 Maret 2024 - 13:06 WIB
loading...
Uskup Agung Suharyo...
Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo memberi pernyataan di Gedung Pastoral Gereja Katolik Katedral Jakarta Pusat pada Minggu (31/3/2024). Foto/MPI/Carlos Roy Fajarta
A A A
JAKARTA - Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo meminta kepada pihak-pihak yang kalah dalam Pemilu 2024 tidak menggunakan politik pecah belah yang dapat berujung kekerasan di akar rumput.

Suharyo meminta kepada semua yang mengajukan gugatan sengketa Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menerima hasil keputusan MK nantinya demi persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Suharyo seusai memimpin ibadah Paskah di Gedung Pastoral Gereja Katolik Katedral pada Minggu (31/3/2024) pagi.

"Saya ikut Gerakan Hati Nurani Bangsa yang dipimpin Ibu Sinta Wahid dalam Forum Peduli Indonesia Damai. Indonesia ini negara yang sangat istimewa, dibentuk sebagai negara kesatuan, disadari segala macam perbedaan ada di sini, tapi berkat rahmat Tuhan akhirnya kita menjadi negara yang merdeka berdasarkan Pancasila. Inilah yang harus dirawat," ujar Suharyo.

Baca juga: Peringati Hari Paskah, Uskup Agung Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan

Suharyo melihat hasil Pemilu 2024 yang dianggap tidak memuaskan dan mengajukan gugatan ke MK oleh pihak tertentu yang kalah merupakan hal yang sangat wajar. "Sejauh saya tahu yang ditempuh saat ini berjalan sesudah Pemilu 2024 adalah semuanya konstitusional, tidak setuju dengan hasil tapi tidak terus turun ke jalan membuat kerusuhan. Semoga suasana seperti ini tidak disalahgunakan atau diperalat oleh pihak-pihak tertentu," ungkapnya.

Baca juga: Menag: Paus Fransiskus Bakal ke Indonesia 3 September 2024

Suharyo menilai jalan yang ditempuh pihak-pihak yang tidak terima dengan hasil Pemilu 2024 sudah sesuai koridornya yakni melaksanakan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. "Karena masih sesuai jalan konstitusional yang ditempuh ya itulah jalan yang disediakan oleh konstitusi. Tapi apa pun nanti keputusannya itukan masih dalam tanda kurung apakah keputusan itu adil atau tidak adil dan sebagainya," terang Suharyo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
STF Driyarkara Rayakan...
STF Driyarkara Rayakan Dies Natalis ke-57, Angkat Kontribusi Romo Magnis bagi Indonesia
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved