Dekan FU UIN Syarif Hidayatullah: Islamophobia Sama dengan Fenomena Rasisme
Rabu, 27 Maret 2024 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
“Sedangkan Islamofia adalah cinta, kekaguman pada Islam, simbol dan peradabannya. Islamophobia berkembang dalam konteks hubungan agama, politik, sosial dan ekonomi yang tidak harmonis,” ujarnya.
Andar menyebut, Islam di Barat mengutarakan paham politik nasionalis, ultranasionalis hingga sayap ekstrem kanan di Eropa. Menurutnya, agama Islam menjadi kambing hitam di dalam ruang politik terkait kebijakan-kebijakan yang ada.
Sementara Rakeeman R.A.M. Jumaan mengatakan, pada 15 Maret 2022 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sebagai The Internasional Day To Combat Islamophobia (Hari Internasional Melawan Islamophobia).
Dia menjelaskan, definisi Islamophobia singkatnya adalah permusuhan tidak berdasar terhadap umat Islam. Dengan demikian ketakutan atau kebencian terhadap semua atau sebagian besar umat Islam.
“Adapun akar mengapa ketakutan dan kebencian terhadap Muslim Ahmadiyah karena tuduhan-tuduhan seperti mereka tidak melaksanakan salat, tidak berpuasa, dianggap memiliki nabi, kitab suci, tempat ibadah sendiri, tata cara salat sendiri, tuduhan-tuduhan tersebut berkembang menjadi ketakutan dan kebencian terhadap Muslim Ahmadiyah,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yuminah mengatakan, secara singkat bisa dilihat beragam definisi terkait fenomena Islamophobia ini dari beberapa narasumber di atas.
“Baiknya dari sini kita bisa semakin membuka pikiran sekaligus mengedukasi dunia apa dan siapa sebenarnya di balik isu yang selalu hangat diperbincangkan tersebut? Tentunya juga peran media massa tidak lepas dalam memberikan penafsiran terhadap teror atau sebut saja isu Islamophobia itu,” katanya.
Andar menyebut, Islam di Barat mengutarakan paham politik nasionalis, ultranasionalis hingga sayap ekstrem kanan di Eropa. Menurutnya, agama Islam menjadi kambing hitam di dalam ruang politik terkait kebijakan-kebijakan yang ada.
Sementara Rakeeman R.A.M. Jumaan mengatakan, pada 15 Maret 2022 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sebagai The Internasional Day To Combat Islamophobia (Hari Internasional Melawan Islamophobia).
Dia menjelaskan, definisi Islamophobia singkatnya adalah permusuhan tidak berdasar terhadap umat Islam. Dengan demikian ketakutan atau kebencian terhadap semua atau sebagian besar umat Islam.
“Adapun akar mengapa ketakutan dan kebencian terhadap Muslim Ahmadiyah karena tuduhan-tuduhan seperti mereka tidak melaksanakan salat, tidak berpuasa, dianggap memiliki nabi, kitab suci, tempat ibadah sendiri, tata cara salat sendiri, tuduhan-tuduhan tersebut berkembang menjadi ketakutan dan kebencian terhadap Muslim Ahmadiyah,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yuminah mengatakan, secara singkat bisa dilihat beragam definisi terkait fenomena Islamophobia ini dari beberapa narasumber di atas.
“Baiknya dari sini kita bisa semakin membuka pikiran sekaligus mengedukasi dunia apa dan siapa sebenarnya di balik isu yang selalu hangat diperbincangkan tersebut? Tentunya juga peran media massa tidak lepas dalam memberikan penafsiran terhadap teror atau sebut saja isu Islamophobia itu,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :