Haedar Nashir Sebut Perang Terjadi karena Ego Pemimpin Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 17:18 WIB
loading...
Haedar Nashir Sebut...
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap Islam hadir sebagai paradigma baru sebagai pemersatu. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Peperangan dan konflik masih terus terjadi di era modern saat ini. Hal itu mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap Islam hadir sebagai paradigma baru sebagai pemersatu sekaligus alternatif dari paradigma Barat modern.

Paradigma Barat modern yang menekankan pada antroposentris melahirkan sosok pemimpin dan manusia yang menghambakan diri pada ego. Ego yang dimiliki para pemimpin dunia ini juga sebagai salah satu penyebab terjadinya perang.

Baca juga: Trump: Tak Ada Jangka Waktu untuk Akhiri Perang AS-Israel vs Iran!

“Perang ini terjadi kan karena ego pemimpin dunia yang tidak tahu arah jalan tentang kehidupan. Di samping kecuali yang membela diri,” ungkap Haedar di Kantor PWM Jawa Timur, Surabaya, dikutip Kamis (23/4/2026).

Kesepakatan damai setelah Perang Dunia (PD) II telah dicederai dengan masih berlangsungnya perang dan konflik – lebih-lebih interstate conflict. Khususnya kepada kelompok Zionis, Haedar meminta mereka belajar dari masa lalu.

Berbagai perang dan konflik di dunia modern ini disebut Haedar sebagai “Jalan buntu atau jalan gelap dunia modern”. Oleh karena itu, Haedar berharap Islam hadir sebagai paradigma alternatif dari jalan buntu dunia modern saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Rekomendasi
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Gugatan Hak Asuh Anak...
Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu, Sarwendah Belum Terima Surat Panggilan Sidang
Berita Terkini
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved