Jangan Dianggap Sepele, Korban Pelecehan Seksual Bisa Depresi

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 09:38 WIB
loading...
A A A
Beberapa korban juga akan mengalami trauma dan langsung bereaksi jika menemukan hal yang berkaitan dengan peristiwa itu. Misalnya, jika pelecehan dilakukan di angkot, maka setiap dia naik angkot, akan keluar keringat dingin, jantung berdegup kencang, serta kecemasan berlebihan.

Pelecehan seksual erat kaitannya dengan perilaku seks menyimpang. Menurut Iswan, penyimpangan itu karena mereka tidak mampu melakukan hubungan emosional dengan cara yang sehat atau sewajarnya.

Karena itu, mereka memilih mencari cara lain untuk memuaskan dirinya. Salah satunya, para pelaku melakukan cara manipulatif yang membuat korban mau mengikuti kata-katanya. (Baca juga: Koalisi Aksi Menyelaatkan Indonesia Juga Dideklarasikan di Sejumlah Daerah dan Luar Negeri)

"Sejatinya, pelaku pelecehan seks menyimpang merasa tidak percaya diri dalam melakukan hubungan yang sehat. Maka, mereka memilih cara berbeda seperti fetish (di antaranya kepercayaan akan adanya kekuatan sakti dalam benda tertentu), ekshibisionis, dan lainnya yang disebut parafilia atau gangguan seksual yang objeknya tidak lazim," ungkap Iswan.

Karena tidak percaya diri itu yang membuat mereka ingin merasa menjadi superior. Korban pelecehan seksual menyimpang sering dibuat tidak berdaya atau ketakutan. Seperti yang dilakukan para ekshibisionis yang gemar memamerkan alat vitalnya. Pelaku merasa senang jika korbannya ketakutan dengan berteriak dan sebagainya. Sebab, disitulah rangsangan seksual yang mereka rasakan.

Sama halnya dengan fetish dengan mengikat seluruh tubuh menggunakan kain jarik. Saat proses pengikatan, pola komunikasi yang dibangun pelaku memang luar biasa sehingga korban mau melakukan itu. Pelaku merasakan rangsangan seksual pada saat melihat orang lain tersiksa dan tidak berdaya karena sudah terikat. Intinya, ada gap psikologis antara pelaku dan korban, pelaku ingin korban tunduk dan lemah.

Para pelaku pelecehan seksual itu kemungkinan menjadi korban pada masa kecil mereka. Sebab, dia membawa luka yang terlalu lama dipendam dan merasa kekerasan seksual itu wajar karena role model dahulu, yakni dia sering mendapatkan perilaku tersebut. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun)

Iswan pun menyayangkan kebiasaan masyarakat di Indonesia bila terjadi pelecehan malah justru menyalahkan korban dan masih dianggap aib. Ini yang membuat banyak korban enggan melapor. Padahal, seseorang yang baru saja menjadi korban harus segera melapor atau minimal bercerita kepada orang lain.

"Namun perlu diperhatikan orang yang diceritakan harus dipastikan mereka siap dengan kenyataan ini. Jangan sampai keluarga atau sahabat yang diceritakan justru menyalahkan dirinya (sang korban)," ungkapnya.

Maka, memang jalan terbaik korban pelecehan adalah bercerita kepada psikolog. Bahkan, masyarakat yang ingin mendampingi korban juga harus berkonsultasi dengan psikolog.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Nasaruddin Umar: Tidak...
Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Fisik dan Seksual di Pesantren
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Syekh Ahmad Al-Misry...
Syekh Ahmad Al-Misry Tersangka Pelecehan Seksual, Polri Ajukan Red Notice
Update Kasus Pelecehan...
Update Kasus Pelecehan di FHUI: 16 Terlapor Diperiksa, Bukti Chat 2024–2026 Ditelaah
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
PBB Masukkan Israel...
PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual, Zionis Bekukan Hubungan dengan Guterres
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved