RPA Perindo Minta Semua Parpol Tak Usung Calon Kepala Daerah Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak
Rabu, 10 Juli 2024 - 21:43 WIB
loading...
Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo meminta semua partai politik (parpol) tidak mengusung calon kepala daerah (cakada) pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Foto/Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo meminta semua partai politik (parpol) tidak mengusung calon kepala daerah (cakada) pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab, Indonesia saat ini darurat terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kepada partai-partai yang memberikan rekomendasi dalam B1KWK untuk tidak diberikan kepada calon kepala daerah yang latar belakangnya adalah seorang pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Menurut dia, menjadi kepala daerah harus memiliki sikap teladan. Maka dari itu, pihaknya tidak menginginkan ketika seorang pelaku kekerasan menduduki kursi tertinggi di daerah. "Kekerasan perempuan dan anak jadi harus diputuskan. Kepala daerah harus bersih dari kekerasan terhadap perempuan dan anak," sambungnya.
Sejauh ini, pihaknya telah mengetahui bahwa ada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digadang-gadang maju pada Pilkada Serentak 2024. Untuk itu, RPA Perindo berharap partai politik, tak mengeluarkan surat rekomendasi terhadap pelaku kekerasan itu.
"Kebetulan saya ambil contoh saya adalah putri yang terlahir di Maluku jadi Jadi saya mengikuti perkembangan kasus Pilkada yang terjadi di Maluku dan saya mencatat pada daerah tertentu oknum ada muncul calon kepala daerah dengan latar belakangnya adalah pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dan isunya itu viral gitu baru tahun kemarin. Dia tiba-tiba mencalonkan diri," ujarnya.
"Kepada partai-partai yang memberikan rekomendasi dalam B1KWK untuk tidak diberikan kepada calon kepala daerah yang latar belakangnya adalah seorang pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Menurut dia, menjadi kepala daerah harus memiliki sikap teladan. Maka dari itu, pihaknya tidak menginginkan ketika seorang pelaku kekerasan menduduki kursi tertinggi di daerah. "Kekerasan perempuan dan anak jadi harus diputuskan. Kepala daerah harus bersih dari kekerasan terhadap perempuan dan anak," sambungnya.
Sejauh ini, pihaknya telah mengetahui bahwa ada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digadang-gadang maju pada Pilkada Serentak 2024. Untuk itu, RPA Perindo berharap partai politik, tak mengeluarkan surat rekomendasi terhadap pelaku kekerasan itu.
"Kebetulan saya ambil contoh saya adalah putri yang terlahir di Maluku jadi Jadi saya mengikuti perkembangan kasus Pilkada yang terjadi di Maluku dan saya mencatat pada daerah tertentu oknum ada muncul calon kepala daerah dengan latar belakangnya adalah pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dan isunya itu viral gitu baru tahun kemarin. Dia tiba-tiba mencalonkan diri," ujarnya.
Lihat Juga :