PPP Tepis Ditawari Jatah Menteri

Minggu, 10 Maret 2024 - 20:29 WIB
loading...
PPP Tepis Ditawari Jatah...
Juru Bicara Plt Ketua Umum PPP Imam Priyono menepis kabar PPP ditawari jatah satu kursi menteri untuk merapat ke pasangan calon (paslon) terpilih di Pilpres 2024. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menepis kabar ditawari jatah satu kursi menteri untuk merapat ke pasangan calon (paslon) terpilih di Pilpres 2024. Hal ini ditegaskan oleh Juru Bicara Plt Ketua Umum PPP Imam Priyono.

"Tidak benar ada tawaran kursi menteri ke PPP," ujar Imam Priyono, Minggu (10/3/2024).

Menurut Imam, kehati-hatian partai dalam memutuskan hak angket lebih kepada upaya PPP melakukan kajian dan manfaat apa yang akan diterima oleh masyarakat. "Termasuk juga pertumbuhan demokrasi jika hak angket tetap digulirkan," ujarnya.

Baca juga: Fraksi PPP DPR Bahas Wacana Hak Angket Kecurangan Pemilu Pekan Depan

Hingga saat ini, kata Imam, proses menjaga suara juga telah dilakukan berjenjang oleh PPP mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS), kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota, serta provinsi hingga nasional.

“Tidak benar PPP enggak bisa menjaga suara karena berbagai upaya terus kami lakukan terlebih dengan apa yang kita ketahui bersama Sirekap hingga saat ini masih mendapatkan kritik dan masukan dari publik," katanya.

Imam menyebut PPP hingga saat ini masih mengawal proses rekapitulasi dengan tetap melakukan kajian mendalam khususnya soal hak angket terutama dampaknya bagi kondisi politik dan ekonomi masyarakat ke depan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Kelakar Prabowo ke Jumhur...
Kelakar Prabowo ke Jumhur saat Resmikan Museum Marsinah: Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
Eks Pimpinan Sidang...
Eks Pimpinan Sidang Muktamar PPP Ungkap Fakta Mengejutkan
Kader PPP Berbagai Wilayah...
Kader PPP Berbagai Wilayah Gugat Taj Yasin dan Agus Suparmanto di PN Jaksel
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Rekomendasi
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved