alexametrics

Rencana Kerja Kemensos 2019 Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

loading...
Rencana Kerja Kemensos 2019 Fokus Turunkan Angka Kemiskinan
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat rapat dengan Komisi VIII DPR. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan rencana kerja Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2019 akan berfokus pada upaya menurunkan tingkat kemiskinan.

Mensos mengatakan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas.

Hal itu telah disampaikan Agus dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial tentang Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kemensos Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di gedung DPR, Kamis 6 September 2018.



Di dalam RKP 3019, terdapat lima Program Prioritas Nasional. Pertama, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.

Kedua, Pengurangan Kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. Ketiga, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif.

Keempat, pemantapan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air. Kelima, stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.

Agus mengatakan, untuk mendukung rencana kerja tersebut Kemensos didukung pagu anggaran sebesar Rp58,9 triliun pada 2019. Jumlah ini naik sebesar 36,06% dibandingkan tahun anggaran 2018.

"Kenaikan anggaran terbesar Kemensos tahun 2019 adalah untuk peningkatan kualitas bantuan sosial PKH. Di mana skema bantuan sosial PKH berubah dari flat Rp1.890.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi kembali kondisonal sesuai beban kebutuhan keluarga," tutur Agus.

Peningkatan tersebut, lanjut dia, pada nilai bantuan komponen pendidikan dan kesehatan sebesar 100 persen.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak