Bareskrim Polri Kembali Tolak Laporan Dugaan Manipulasi Suara Aplikasi Sirekap KPU

Senin, 04 Maret 2024 - 20:15 WIB
loading...
Bareskrim Polri Kembali...
Bareskrim Polri kembali menolak laporan TPDI dan Perekat Nusantara dugaan pelanggaran dan kecurangan terkait tahapan proses dan hasil Pemilu 2024 pada aplikasi Sirekap. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Bareskrim Polri kembali menolak laporan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Perekat Nusantara dugaan pelanggaran dan kecurangan terkait tahapan proses dan hasil Pemilu 2024 pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) . Bareskrim beralasan bukan menjadi kewenangannya tetapi merupakan wewenang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bareskrim hanya menerima laporan secara tertulis disampaikan kepada Kabareskrim diterima bagian Dumas. Padahal laporan polisi yang hendak disampaikan itu berisi dugaan terjadi kejahatan politik kelas tinggi menyangkut kelangsungan kepemimpinan nasional yang lahir dari pemilu yang harus jujur dan adil.

Baca juga: Roy Suryo Sambangi Bareskrim Polri Bawa Bukti-bukti Kecurangan Sirekap

“Terdapat perbedaan pendapat yang tajam kita dengan pihak Bareskrim polri karena menurut mereka apa yang mau disampaikan itu masuk menjadi wewenang dari Gakkumdu atau Bawaslu. Padahal informasi yang mau disampaikan Tim Pembela Demokrasi Indonesia dan Perekat Nusantara adalah dugaan tindak pidana yang menyangkut pelanggaran hukum, menyangkut kejahatan politik tingkat tinggi, menyangkut kelangsungan kepemimpinan nasional yang harus berproses dari prosedur yang jujur, benar dan adil,” ujar Koordinator TPDI dan Pergerakan Advokat Nusantara, Petrus Selestinus di Jakarta, Senin (4/3/2024).

Apalagi ini berupa dugaan manipulasi suara hasil Pemilu/Pilpres 2024, karena penggunaan aplikasi Sirekap. Aplikasi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut merupakan produk ITB yang dinilai bermasalah bahkan diduga dirancang dengan kemampuan untuk menambah, mengurangi dan/atau mengendalikan suara yang masuk secara ilegal dan menguntungkan capres-cawapres tertentu.

Indikasinya antara lain pada saat proses penghitungan suara sejak 14 Februari 2024 sampai sekarang stagnan pada posisi angka perolehan suara paslon capres tetap sama, tidak bertambah atau berkurang secara signifikan kepada tiga paslon capres, sehingga menuai pro-kontra di sebagian masyarakat.

Advokat-advokat TPDI dan Perekat Nusantara dalam laporannya yang akan disampaikan ke Bareskrim Cq. Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Senin (4/3/2024) itu kembali akan meminta kepada Bareskrim Polri agar memanggil 11 nama untuk diminta keteranganya terkait sejumlah kejanggalan Sirekap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Rekomendasi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Bareskrim Polri Sita...
Bareskrim Polri Sita Aset yang Dimiliki Doni Salmanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved