Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 05:10 WIB
loading...
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro memastikan implementasi Prioritas Riset Nasional (PRN) dapat berjalan di tahun 2020. Foto/SINDOnews/Raka Dwi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ( Menristek/Kepala BRIN ), Bambang Brodjonegoro memastikan implementasi Prioritas Riset Nasional (PRN) dapat berjalan di tahun 2020, baik melalui anggaran kementerian/lembaga maupun dengan melalui anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Oleh karena itu, Menristek/Kepala BRIN dengan dukungan Bappenas dan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan meminta pimpinan lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Lemlitbangjirap) untuk tetap melaksanakan PRN dengan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2021 sampai dengan tahun 2024. (Baca juga: Daftar Lengkap Penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi)
“Agar kegiatan riset dapat mencapai produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat, dalam suatu rangkaian kegiatan yang disebut Prioritas Riset Nasional (PRN) yang ditetapkan untuk tahun 2020-2024," ujar Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional Prioritas Riset Nasional Tahun 2020 (Rakornas PRN 2020) secara daring, Kamis (13/8/2020).
PRN 2020-2024 terbagi pada 49 produk riset dengan bidang fokus berupa: Pangan; Energi; Kesehatan; Transportasi; Rekayasa Keteknikan; Pertahanan Keamanan; Kemaritiman; Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni Budaya; dan Multidisiplin (Lintas-Sektoral).
Bambang juga menjelaskan terdapat perhatian dalam aspek proses pelaksanaan yang disampaikan oleh berbagai konsorsium, yaitu terkait perubahan rincian bidang/produk riset serta penggunaan teknologi pendukung pelaksaan PRN 2020.
Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa dimungkinkan terjadinya perubahan topik/produk dan target akhir PRN jika hasil review, evaluasi, dan kebijakan strategis memerlukan penambahan produk, perubahan atau re-focusing. Terakhir, perlu adanya instrumen pendanaan untuk pengadaan dan perbaikan infrastruktur riset yang diperlukan untuk mendukung program PRN.
Oleh karena itu, Menristek/Kepala BRIN dengan dukungan Bappenas dan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan meminta pimpinan lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Lemlitbangjirap) untuk tetap melaksanakan PRN dengan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2021 sampai dengan tahun 2024. (Baca juga: Daftar Lengkap Penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi)
“Agar kegiatan riset dapat mencapai produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat, dalam suatu rangkaian kegiatan yang disebut Prioritas Riset Nasional (PRN) yang ditetapkan untuk tahun 2020-2024," ujar Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional Prioritas Riset Nasional Tahun 2020 (Rakornas PRN 2020) secara daring, Kamis (13/8/2020).
PRN 2020-2024 terbagi pada 49 produk riset dengan bidang fokus berupa: Pangan; Energi; Kesehatan; Transportasi; Rekayasa Keteknikan; Pertahanan Keamanan; Kemaritiman; Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni Budaya; dan Multidisiplin (Lintas-Sektoral).
Bambang juga menjelaskan terdapat perhatian dalam aspek proses pelaksanaan yang disampaikan oleh berbagai konsorsium, yaitu terkait perubahan rincian bidang/produk riset serta penggunaan teknologi pendukung pelaksaan PRN 2020.
Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa dimungkinkan terjadinya perubahan topik/produk dan target akhir PRN jika hasil review, evaluasi, dan kebijakan strategis memerlukan penambahan produk, perubahan atau re-focusing. Terakhir, perlu adanya instrumen pendanaan untuk pengadaan dan perbaikan infrastruktur riset yang diperlukan untuk mendukung program PRN.
Lihat Juga :