Ganjar-Mahfud Menang Telak di Australia, Raih Suara Hampir 50 Persen
Senin, 26 Februari 2024 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi kami diaspora Indonesia yang berada di Australia, ini merupakan proses pembelajaran yang luar biasa dengan ketiadaan bantuan sosial, intimidasi aparat, maupun politik sandera,” sambungnya.
Dia menuturkan, sudah seharusnya setiap warga negara Indonesia harus bertanggung jawab untuk memilih pemimpin untuk Indonesia yang terbaik menurut hati nurani dan akal sehat masing-masing. “Jauh dari kejanggalan-kejanggalan yang mengarah kepada praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif termasuk melalui sistem informasi Sirekap yang berantakan,” ujar lulusan Analytics Management dari University of Melbourne yang berprofesi sebagai Software Test Analyst ini.
Hal senada disampaikan oleh Okty Harsono, selaku anggota PDI Perjuangan yang juga merupakan tim saksi TPS Luar Negeri dalam pilpres yang dilaksanakan lebih awal di Australia. “Saya sudah ikut pemilu di Australia beberapa kali. Pemilihan Umum tahun ini sudah berjalan cukup baik di Victoria khususnya di Melbourne. Hasilnya kita terus pantau,” ujar Okty di sela-sela acara ulang tahun salah satu komunitas musik Indonesia di Victoria baru-baru ini.
“Sayangnya saya mendengar dari teman-teman maupun dari berbagai media, bahwa pemilu di Indonesia tidak berjalan semestinya yang dimulai dari proses pemilihan calon wakil presiden dari kubu 02 dilakukan dengan melanggar etika dan kepatutan,” sambungnya.
Dia juga mendengar ada berbagai kecurangan sehingga tidak mengejutkan lagi kalau pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran dianggap unggul. Sebagai bagian dari diaspora Indonesia, dia merasa prihatin.
Dia menuturkan, sudah seharusnya setiap warga negara Indonesia harus bertanggung jawab untuk memilih pemimpin untuk Indonesia yang terbaik menurut hati nurani dan akal sehat masing-masing. “Jauh dari kejanggalan-kejanggalan yang mengarah kepada praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif termasuk melalui sistem informasi Sirekap yang berantakan,” ujar lulusan Analytics Management dari University of Melbourne yang berprofesi sebagai Software Test Analyst ini.
Hal senada disampaikan oleh Okty Harsono, selaku anggota PDI Perjuangan yang juga merupakan tim saksi TPS Luar Negeri dalam pilpres yang dilaksanakan lebih awal di Australia. “Saya sudah ikut pemilu di Australia beberapa kali. Pemilihan Umum tahun ini sudah berjalan cukup baik di Victoria khususnya di Melbourne. Hasilnya kita terus pantau,” ujar Okty di sela-sela acara ulang tahun salah satu komunitas musik Indonesia di Victoria baru-baru ini.
“Sayangnya saya mendengar dari teman-teman maupun dari berbagai media, bahwa pemilu di Indonesia tidak berjalan semestinya yang dimulai dari proses pemilihan calon wakil presiden dari kubu 02 dilakukan dengan melanggar etika dan kepatutan,” sambungnya.
Dia juga mendengar ada berbagai kecurangan sehingga tidak mengejutkan lagi kalau pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran dianggap unggul. Sebagai bagian dari diaspora Indonesia, dia merasa prihatin.
Lihat Juga :