Asa Rudal Nasional, Mungkinkah Terwujud?

Kamis, 22 Februari 2024 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Selain sudah menguasai teknologi roket, beberapa pihak telah berinisiatif mengembangkan rudal sendiri. Rudal dimaksud antara lain rudal Merapi yang dikembangkan Pusat Riset Cirnov Universitas Ahmad Dahlan dengan Dislitbang TNI AD, dengan melihatkan PT Dahana dan BRIN. Riset yang dilakukan sejak 2018 sudah menapak tahap uji coba yang digelar di Area Weapon Range di Pandanwangi Lumajang pada akhir 2021 lalu.

Kala itu rudal Merapi sudah melewati tahapan evaluasi uji performansi roket pendorong, struktur aerodinamik sirip belakang (fin-tail), sirip depan (canard), penjejak (seeker) yang menggunakan teknologi inframerah, peluncur tabung, dan lain-lain. Bahkan saat itu juga dilakukan uji propelan dengan teknologi smokeless (tanpa asap) yang dibuat oleh PT Dahana.

Hasil uji coba memuaskan. Rudal kaliber 70 mm itu mampu melesat di atas kecepatan 650 kilometer per jam atau melampaui kecepatan suara. Dengan demikian rudal mampu untuk merontokkan pesawat baik pesawat tempur, helikopter militer, serta sasaran udara lainnya seperti drone.

Ada juga rudal Petir V-101. Rudal buatan PT Sari Bahari itu disebut mampu melesat dengan kecepatan 260 km per jam, tak mudah terbaca radar, memiliki kemampuan antisipasi frekuensi yang berubah. Dengan kemampuan ini membuat Rudal Petir V-101 tak kalah canggih dari berbagai rudal lainnya.

baca juga: Galangan Kapal Swasta Terdepan Dorong Kemandirian Alutsista

Berbagai fakta yang ada menunjukkan bahwa fondasi mewujudkan asa rudal nasional sudah tersedia. SDM Indonesia juga sudah memiliki kapasitas cukup untuk berkembang dan menjawab tantangan baru. Pertanyaan yang kemudian yang harus dijawab, apakah jika Indonesia secara swamandiri, termasuk dengan melakukan reverse engineering rudal C705, mengembangkan rudal nasional akan mampu menghasilkan rudal menggetarkan sekelas Atmaca atau Exocet MM40 Block 3 yang kini menjadi andalan TNI AL?

Pertanyaan lain, jika tanpa bantuan Turki atau negara sahabat lain, butuh waktu berapa lama lagi Indonesia akan mampu membuat rudal nasional sendiri dengan kualitas bisa diandalkan? Sementara di sisi lain, perkembangan geopolitik dan geomiliter di berbagai kawasan dunia sangat liar, hingga menuntut semua negara mengonsolidasikan kekuatan militernya.

Tak kalah urgent-nya adalah pentingnya Indonesia mengakselerasi visi kemandirian alutsista, termasuk rudal nasional di dalamnya. Kemandirian bukan strategis untuk memutus ketergantungan dan memastikan keamanan persediaan alutsista dalam situasi dibutuhkan, tapi juga meningkatkan bargaining of positiondalam diplomasi militer dan deterrent effect menghadapi ancaman dari negara atau aliansi manapun.

Sebagai ilustrasi dampak negara yang memiliki kemandirian alutsista yang kokoh, lihatlah bagaimana seperti Turki dan Iran selalu berani bicara lantang untuk menyampaikan kepentingannya, dan tidak ada negara manapun yang mengusik atau mengancamnya.

baca juga: Tanggapi Soal Alutsista Bekas, Wamenhan: Hanya Mengisi Kekosongan

Keterbukaan kesediaan Turki memberikan ToT dan membantu Indonesia merupakan jembatan emas mewujudkan asa membangun rudal nasional. Melalui kerja sama dengan Turki, Indonesia bisa mendapat atau menguasai puzzle teknologi rudal yang selama ini belum dikuasai.

Apabila harapan ini terwujud, Indonesia bukan sebatas mampu mengubah R-HAN menjadi rudal jelajah anti-kapal, tapi juga akan membuat berbagai varian rudal lain untuk memperkuat matra darat, laut dan udara. Karena itulah, kabar baik dari Turki harus dikejar dan dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. (*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Daftar 25 Perwira TNI...
Daftar 25 Perwira TNI AL Pecah Bintang usai Upacara Kenaikan Pangkat Juli 2026
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Rekomendasi
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Kritik Gagasan KDM Soal...
Kritik Gagasan KDM Soal Sayembara Tangkap Begal, Pakar Hukum: Picu Main Hakim Sendiri
Berita Terkini
4 Kapolda Jebolan Akpol...
4 Kapolda Jebolan Akpol 1995 Teman Seangkatan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim
Waketum PUI Dukung Sudaryono...
Waketum PUI Dukung Sudaryono Bersih-Bersih BGN, Integritas MBG Harus Jadi Prioritas
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved