Galangan Kapal Swasta Terdepan Dorong Kemandirian Alutsista
Selasa, 26 September 2023 - 05:17 WIB
loading...
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
A
A
A
INDUSTRI pertahanan (Inhan) nasional tak jeda menghadirkan kebanggaan. Kabar teranyar di antaranya menyuguhkan galangan kapal swasta nasional, PT Palindo Shipyard Marine. Perusahaan yang bermarkas di Batam tersebut pekan lalu melakukan seremonial starting of steel cutting pembangunan kapal Hidro Oseanografi Ocean Going (BHO).
baca juga: Industri Pertahanan Swasta Aset Strategis Bangsa
Walaupun pengerjaan kapal ini menggandeng perusahaan Abeking & Rasmussen Jerman, terutama untuk pemenuhan peralatan dan teknologi canggih, apa yang disuguhkan Palindo merupakan prestasi membanggakan.
Proyek yang diberikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap Palindo, sekaligus membuktikan kapasitas perusahaan tersebut menggarap kapal canggih sekaligus keberaniannya menerima tantangan lebih besar.
Pembangunan kapal BHO dilakukan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal survei dan pemetaan di Tanah Air agar pemetaan ataupun deteksi bawah air bisa dilakukan secara lebih efektif. Sebagai kapal riset, kapal BHO dilengkapi peralatan berteknologi tinggi.
Dibanding kapal perang yang selama ini digarap Palindo, tentu ada perbedaan spesifikasi. Karena itulah, kemampuan Palindo menguasai rancang bangun kapal dan kemampuan berinovasi akan diuji dalam program ini.
Kepercayaan yang diberikan kepada galangan kapal swasta seperti Palindo untuk mengerjakan kapal strategis menjadi pertanda kongkret bahwa pemain industri kapal di Tanah Air kini tidak lagi hanya bertumpu pada PT PAL.
Industri pertahanan swasta nasional, termasuk Palindo dan galangan kapal swasta lain kini menempati posisi strategis dalam konteks industri pertahanan nasional untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI, dan menopang ambisi negeri ini membangun kemandirian pertahanan negara.
Prestasi tak kalah membanggakan juga disuguhkan PT Daya Radar Utama (DRU). Perusahaan asal Lampung tersebut pada 2021 telah diberi kepercayaan Kemhan membangun Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter masing-masing sebanyak 1 (satu) unit.
baca juga: Menhan Prabowo Berkomitmen Hapus Budaya Korupsi di Industri Pertahanan
Bila dilihat dari spesifikasi persenjataannya, OPV ini bukan hanya difungsikan untuk kapal patrol seperti dimiliki Bakamla, tapi fungsi pemukul. Bagaimana tidak, kapal akan dilengkapi persenjataan ala korvet atau fregat, seperti rudal Atmaca produksi Roketsan Turki, dan dengan combat management system dari Havelsan, Turki.
Selain Palindo dan DRU, Indonesia memiliki banyak galangan kapal swasta lain yang bisa dipercaya menggarap kapal perang. Di Batam saja, misalnya, masih ada PT Bandar Abadi Shipyard, Karimun Anugerah Abadi dan PT Citra Shipyard, dan PT Batamec.
Di luar itu masih ada PT Dok Kodja Bahari, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Lundin Industry Invest, PT Tesco Indomaritim, PT Caputra Mitra Sejati, PT Infinity Global Mandiri, PT Republik Palindo, dan PT Steadfast Marine.
Peran Setara
baca juga: Industri Pertahanan Swasta Aset Strategis Bangsa
Walaupun pengerjaan kapal ini menggandeng perusahaan Abeking & Rasmussen Jerman, terutama untuk pemenuhan peralatan dan teknologi canggih, apa yang disuguhkan Palindo merupakan prestasi membanggakan.
Proyek yang diberikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap Palindo, sekaligus membuktikan kapasitas perusahaan tersebut menggarap kapal canggih sekaligus keberaniannya menerima tantangan lebih besar.
Pembangunan kapal BHO dilakukan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal survei dan pemetaan di Tanah Air agar pemetaan ataupun deteksi bawah air bisa dilakukan secara lebih efektif. Sebagai kapal riset, kapal BHO dilengkapi peralatan berteknologi tinggi.
Dibanding kapal perang yang selama ini digarap Palindo, tentu ada perbedaan spesifikasi. Karena itulah, kemampuan Palindo menguasai rancang bangun kapal dan kemampuan berinovasi akan diuji dalam program ini.
Kepercayaan yang diberikan kepada galangan kapal swasta seperti Palindo untuk mengerjakan kapal strategis menjadi pertanda kongkret bahwa pemain industri kapal di Tanah Air kini tidak lagi hanya bertumpu pada PT PAL.
Industri pertahanan swasta nasional, termasuk Palindo dan galangan kapal swasta lain kini menempati posisi strategis dalam konteks industri pertahanan nasional untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI, dan menopang ambisi negeri ini membangun kemandirian pertahanan negara.
Prestasi tak kalah membanggakan juga disuguhkan PT Daya Radar Utama (DRU). Perusahaan asal Lampung tersebut pada 2021 telah diberi kepercayaan Kemhan membangun Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter masing-masing sebanyak 1 (satu) unit.
baca juga: Menhan Prabowo Berkomitmen Hapus Budaya Korupsi di Industri Pertahanan
Bila dilihat dari spesifikasi persenjataannya, OPV ini bukan hanya difungsikan untuk kapal patrol seperti dimiliki Bakamla, tapi fungsi pemukul. Bagaimana tidak, kapal akan dilengkapi persenjataan ala korvet atau fregat, seperti rudal Atmaca produksi Roketsan Turki, dan dengan combat management system dari Havelsan, Turki.
Selain Palindo dan DRU, Indonesia memiliki banyak galangan kapal swasta lain yang bisa dipercaya menggarap kapal perang. Di Batam saja, misalnya, masih ada PT Bandar Abadi Shipyard, Karimun Anugerah Abadi dan PT Citra Shipyard, dan PT Batamec.
Di luar itu masih ada PT Dok Kodja Bahari, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Lundin Industry Invest, PT Tesco Indomaritim, PT Caputra Mitra Sejati, PT Infinity Global Mandiri, PT Republik Palindo, dan PT Steadfast Marine.
Peran Setara
Lihat Juga :