Tantangan Supply Chain Vaksin Korona di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:07 WIB
loading...
A A A
Hal ini untuk antisipasi produksi vaksin yang tidak memenuhi syarat (rusak, reject); pengemasan (packaging) vaksin yang berpotensi rusak selama perjalanan sehingga merusak kondisi vaksin; proses distribusi dan penanganan (handling) yang salah (terjatuh, terkontaminasi, rusak dalam perjalanan); vaksin yang hilang, rusak, atau menurun kualitasnya selama penyimpanan; konsumen yang membutuhkan vaksin kedua kali karena vaksin pertama belum sepenuhnya menyembuhkan dirinya.

Karena vaksin korona adalah hal yang baru bagi kita, maka tidak dapat menutup kemungkinan bahwa seseorang perlu diberi vaksin lebih dari satu kali. Sehingga, dengan jumlah penduduk sebanyak 240 juta jiwa, Indonesia membutuhkan sekitar 360 juta vaksin. Dari Business Insider, Bill Gates menyatakan bahwa dibutuhkan 14 miliar vaksin korona. Mungkin perhitungannya adalah dua kali populasi dunia. Penulis kira menambahkan 50% sudah cukup masuk akal.

Berikutnya, kita harus paham bahwa sekitar 90% bahan mentah industri farmasi Indonesia adalah impor. Akibatnya, jumlah yang dapat diproduksi bisa jadi tergantung berapa banyak bahan mentah tersedia. Kalau pemerintah sudah mempersiapkan hal ini dengan kerjasama dan lobi ke berbagai negara, misalnya mendahulukan ekspor bahan mentah ke Indonesia, kemudahan perizinan barang impor oleh Indonesia, maka ketersediaan bahan mentah akan lebih terjamin.

Setelah bahan mentah terjamin, lalu berapa banyak bisa diproduksi? Jika sebagian kapasitas produksi pabrik farmasi di seluruh Indonesia ditujukan untuk membuat vaksin korona, berapakah kapasitas produksi vaksin per hari? Kita belum dapat menjawabnya sampai vaksin ditemukan dan dilakukan uji coba produksi vaksin.

Mari kita asumsikan jumlah produksi sebanyak 2 juta vaksin per hari. Sulit mengasumsikan kita dapat menambah vaksin dengan impor karena negara lain pasti akan mendahulukan vaksin untuk rakyat sendiri. Jika kapasitas produksi sebanyak 2 juta vaksin per hari, maka dibutuhkan 180 hari (enam bulan) untuk menyediakan 360 juta vaksin. Kalau produksi dimulai November, maka pada bulan April 2021 vaksin tersedia bagi masyarakat Indonesia. Kalau kapasitas produksi lebih sedikit, tentunya dibutuhkan waktu lebih lama.

Setelah memproduksi, vaksin didistribusikan ke seluruh Indonesia. Selama ini Presiden Jokowi mengutamakan pembangunan Indonesia sentris, maka sepertinya distribusi akan dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia sejak gelombang pertama ketersediaan vaksin. Dengan demikian, vaksin di kota-kota besar pun akan tersedia dalam beberapa gelombang, Sehingga, bukan tidak mungkin masyarakat di kota-kota besar perlu menunggu gilirannya untuk mendapatkan vaksin.

Distribusi ke seluruh Indonesia adalah tantangan tersendiri, misalnya kapasitas kapal dan pesawat pengangkut, kondisi jalan raya, dan berbagai kondisi di pelosok. Jika pabrik terletak di sekitar Jabodetabek dan akan dikirim ke Ibu Kota provinsi, membutuhkan waktu satu hari menggunakan pesawat. Dari Ibu Kota provinsi ke Kabupaten butuh satu hari lagi. Untuk menjangkau pelosok, total lead time selama tujuh hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Apa Beda Wuling Mini...
Apa Beda Wuling Mini EV atau Aira dengan Air EV?
Berita Terkini
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Urgensi Cadangan Beras...
Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas
Praperadilannya Dikabulkan...
Praperadilannya Dikabulkan Sebagian oleh PN Jaksel, Roy Suryo Tersenyum Lebar
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved