Jejak Digital Rentan Disalahgunakan, Masyarakat Diimbau Lindungi Data Diri
Sabtu, 03 Februari 2024 - 22:21 WIB
loading...
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kemenkominfo Mochamad Hadiyana menyebut, penggunaan ruang digital jika tidak hati-hati dapat berpotensi memicu terjadinya tindak kejahatan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengguna media sosial (medsos) diimbau untuk bijak dan beretika dalam memanfaatkan ruang digital. Sebab jejak digital sangat rentan disalahgunakan untuk tindak kejahatan.
Anggota Komisi I DPR Subarna mengatakan, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya sadar akan keamanan di ruang digital. Sebab masih banyak warganet yang mengunggah foto atau video tanpa memikirkan efek sampingnya.
"Seringkali masyarakat meremehkan keberadaan jejak digital, terutama di kalangan anak muda," ujarnya saat acara Ngobrol Bareng Legislator (Ngobras) dengan tema "Hati-hati Rekam Jejak Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Sabtu (3/2/2024).
Baca juga: Agar Jejak Digital Aman, Hindari Ujaran Kebencian saat Jelajahi Internet
Tak hanya itu, kata Subarna, para pengguna ruang digital juga seringkali meninggalkan pesan yang mengandung ujaran kebencian. Hal ini masih banyak ditemui di ruang digital.
"Jika tidak hati-hati dalam menggunakan media sosial, dapat berdampak luas karena berpotensi dapat dicari dan disalahgunakan, sehingga dapat memengaruhi masa depan seseorang," ungkap Subarna
Anggota Komisi I DPR Subarna mengatakan, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya sadar akan keamanan di ruang digital. Sebab masih banyak warganet yang mengunggah foto atau video tanpa memikirkan efek sampingnya.
"Seringkali masyarakat meremehkan keberadaan jejak digital, terutama di kalangan anak muda," ujarnya saat acara Ngobrol Bareng Legislator (Ngobras) dengan tema "Hati-hati Rekam Jejak Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Sabtu (3/2/2024).
Baca juga: Agar Jejak Digital Aman, Hindari Ujaran Kebencian saat Jelajahi Internet
Tak hanya itu, kata Subarna, para pengguna ruang digital juga seringkali meninggalkan pesan yang mengandung ujaran kebencian. Hal ini masih banyak ditemui di ruang digital.
"Jika tidak hati-hati dalam menggunakan media sosial, dapat berdampak luas karena berpotensi dapat dicari dan disalahgunakan, sehingga dapat memengaruhi masa depan seseorang," ungkap Subarna
Lihat Juga :