Kominfo Akui Pemerintah Belum Siap Integrasikan Data dalam Satu Sistem
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Integrasi data itu menjadi tantangan pemerintah. Terlebih lagi, carut marut data itu menambah persoalan dalam penanganan Covid-19. Misalnya, data wilayah zona hijau, kuning, merah yang dipakai oleh pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan membuka atau menutup kegiatan sekolah tatap muka langsung.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa data menjadi salah satu kunci penting dalam penanganan pandemi. Selama lima bulan terakhir, mengintegrasikan data dengan kondisi Indonesia yang besar dengan negara kepulauan menjadi tantangan. Belum lagi koordinasi pemerintah pusat dengan daerah yang juga masih terkendala.
(Baca: Selain Hoaks, Kominfo Minta Masyarakat Aktif Pantau Bantuan Pemerintah)
“Tapi dari waktu ke waktu sudah meningkat. Sebentar lagi akan dibicarakan tentang bagaimana data kita diintegrasikan menjadi satu dan siapa yang akan mengelola. Ini penting sekali karena sudah lama sekali kita perlu transparansi publik,” jelasnya.
Wiku menilai, transparansi publik melalui data itu diperlukan agar semua pihak bisa belajar bersama dan saling mengontrol. Menurut dia, dengan adanya integrasi data yang baik, sudah seharusnya Indonesia bisa menangani berbagai masalah seperti pandemi corona dan pembukaan sekolah.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa data menjadi salah satu kunci penting dalam penanganan pandemi. Selama lima bulan terakhir, mengintegrasikan data dengan kondisi Indonesia yang besar dengan negara kepulauan menjadi tantangan. Belum lagi koordinasi pemerintah pusat dengan daerah yang juga masih terkendala.
(Baca: Selain Hoaks, Kominfo Minta Masyarakat Aktif Pantau Bantuan Pemerintah)
“Tapi dari waktu ke waktu sudah meningkat. Sebentar lagi akan dibicarakan tentang bagaimana data kita diintegrasikan menjadi satu dan siapa yang akan mengelola. Ini penting sekali karena sudah lama sekali kita perlu transparansi publik,” jelasnya.
Wiku menilai, transparansi publik melalui data itu diperlukan agar semua pihak bisa belajar bersama dan saling mengontrol. Menurut dia, dengan adanya integrasi data yang baik, sudah seharusnya Indonesia bisa menangani berbagai masalah seperti pandemi corona dan pembukaan sekolah.
(muh)
Lihat Juga :