Implementasi Inovasi Program Kampung Garam di Kebumen

Minggu, 14 Januari 2024 - 19:13 WIB
loading...
A A A
Acara ini diundang oleh Balai Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan melibatkan sekitar 30 petambak, langkah-langkah awal untuk memulai usaha garam rakyat di pesisir Kebumen pun dilakukan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen juga mendapatkan dukungan keuangan dari APBD Jawa Tengah sebesar Rp200 juta, dan tambahan bantuan dari APBD Kabupaten sebesar Rp140 juta untuk mendukung pembuatan demplot sistem tunnel dalam usaha garam rakyat. Kabid Usaha Perikanan, Sigit Dwi Purnomo, menambahkan bahwa target produksi petambak garam rakyat di Kebumen saat ini adalah 7-8 ton per bulan.
Potensi maksimal dari 12 kelompok petambak garam rakyat di Kebumen diperkirakan mencapai 200 ton per bulan, berdasarkan perhitungan konsultan dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Kebutuhan garam konsumsi untuk penduduk Kabupaten Kebumen telah lama tergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 juta jiwa, kebutuhan garam konsumsi per tahunnya mencapai 4.191 ton. Ketergantungan pada impor garam dari daerah lain menyebabkan defisit perdagangan.

Inisiatif pendirian Kampung Garam dianggap sebagai suatu inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan garam lokal, sekaligus merangsang upaya mencapai ketahanan pangan melalui produksi garam mentah dan berbagai produk olahan garam (garam konsumsi, garam kesehatan, dan garam industri). Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk mengembangkan destinasi wisata di kampung garam dan memberdayakan masyarakat pesisir melalui pendampingan serta penguatan kelembagaan kelompok dan koperasi.

Kampung Garam Kebumen dibangun melalui tiga tahapan. Pertama, perencanaan yang melibatkan pembentukan tim inovasi, penyusunan masterplan usaha garam, dan riset unggulan daerah untuk menilai kelayakan usaha garam. Kedua, pelaksanaan yang mencakup koordinasi dengan stakeholder internal dan eksternal, pelatihan, pemberian akses teknologi, pengembangan kelembagaan kelompok dan koperasi, pembuatan demplot produksi dan pengolahan garam, serta pengadaan sarana dan prasarana produksi dan pengolahan dengan pembiayaan dari masyarakat, pemerintah, dan CSR BUMN serta swasta.

Ketiga, monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara periodik setiap bulan oleh tim inovasi internal, seperti Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Kebumen dan Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain dari tahapan untuk membangun Kampung Garam Kebumen menjadi kampung yang lebih maju dan menarik adapun beberapa manfaat. Pertama, Kampung Garam berfungsi sebagai kawasan observasi dan penelitian untuk pengembangan pemanfaatan garam di wilayah Jawa Tengah. Kedua, inovasi ini bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan dengan memproduksi garam mentah dan produk olahan garam (seperti garam konsumsi), serta mengurangi ketergantungan pada impor garam.

Ketiga, program ini memberdayakan kelompok SDM petani garam secara menyeluruh melalui pembentukan kelompok usaha, pembinaan, dan peningkatan kapasitas. Keempat, kompleks Kampung Garam, dengan pemandangan tunel-tunel, menjadi daya tarik sendiri dan dapat dijadikan tempat wisata, bahkan eduwisata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Rekomendasi
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved