Uji Klinis Demi Kesehatan Bersama

Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Meski begitu, hingga kini dia masih menunggu pengumuman apakah dirinya layak atau tidak menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. "Diterimanya masih belum, karena menunggu pengumuman dari sisi kesehatan dan lain-lain bahwa saya layak dan siap jadi relawan. Dari sisi pendaftaran, sudah," katanya.

Kang Emil pun berharap proses dirinya menjadi relawan berjalan lancar. Jika ternyata dianggap layak, dia akan melaksanakannya sesuai prosedur tanpa keistimewaan. Sebaliknya jika tidak, dia pun memakluminya karena hal itu berhubungan dengan faktor kesehatan. (Baca juga: Waspada! Ini Tanda Ponsel Anda Disadap)

"Kalau pemimpinnya ikut (menjadi relawan), ya rakyatnya yakin bahwa semuanya berproses secara ilmiah. Jadi tidak ada istilah ‘oh rakyat dikorbankan, pemimpinnya aja gak yakin, masa rakyatnya harus ikutan’. Nggak, semuanya juga ikutan. Makanya gubernur juga ikutan dalam proses ini," tuturnya.

Kang Emil juga berpesan agar masyarakat percaya dan yakin dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah, termasuk lembaga kredibel dalam penanganan Covid-19, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar yang dinakhodainya.

"Jangan terlalu terbawa dalam diskusi, dalam narasi yang kurang produktif. Yakini bahwa pemerintah memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui proses yang kita tunggu-tunggu, yaitu adanya vaksin," tandasnya.

Sebelumnya, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Sinovac Eddy Fadlyana sebelumnya membenarkan bahwa nama Ridwan Kamil sudah tercatat dalam daftar relawan uji klinis vaksin Sinovac."Saya lihat namanya (Ridwan Kamil) ada," ujar Eddy saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Meski begitu, Eddy mengaku belum mendapatkan informasi yang lebih perinci terkait kapan dan di mana pria yang akrab disapa Kang Emil itu mendaftarkan diri menjadi relawan. "Nah, makanya itu kan lagi dimasukin ke dalam sistem, nanti baru ketahuan di mana tempatnya. Hanya, yang saya lihat namanya ada," katanya. (Lihat videonya: Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 8 Orang Tewas)

Sementara itu, dokter laboratorium riset uji klinis vaksin Sinovac, dr Sunaryati Sudigdoadi, menuturkan bahwa lima tahapan harus dijalani setiap relawan sebelum menjadi subjek uji klinis. Tahapan tersebut wajib dijalani agar relawan memahami seluruh prosedur, termasuk teknis uji klinis serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

"Relawan ini akan ada lima kali kunjungan atau istilahnya visit. Setiap visit disingkat dan diteruskan dengan angka, contohnya V0, V1, V2, dan seterusnya. Pada V0 (tahap pertama), relawan akan diberi edukasi oleh dokter yang menangani. Edukasi itu meliputi apa yang boleh dilakukan dan yang tidak diperkenankan," jelas Sunaryati.

Setelah disuntik, tim dokter melakukan observasi untuk melihat reaksi yang dialami dalam rentang waktu 30 hingga 40 menit. Jika ada reaksi, langsung ditempatkan di ruangan observasi. Sebaliknya, jika tidak ada reaksi maka relawan tersebut diperbolehkan pulang dan diminta terus melakukan koordinasi dan komunikasi. (Agung Bakti Sarasa/F.W Bahtiar/Dita Angga/Andika Hendra)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Dalami Kunjungan...
KPK Dalami Kunjungan Luar Negeri Ridwan Kamil hingga Penukaran Uang Miliaran Rupiah
KPK Panggil Asisten...
KPK Panggil Asisten Ridwan Kamil saat Jabat Gubernur Jabar terkait Kasus BJB
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Aura Kasih terkait Dugaan Korupsi Bank BJB
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Atalia Praratya dalam Kasus BJB
Ridwan Kamil Tegaskan...
Ridwan Kamil Tegaskan Kendaraan yang Disita KPK Dibeli Pakai Uang Pribadi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Rekomendasi
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved