Cegah Insiden Boyolali dan Manado Terulang, TNI-Polri Perlu Bentuk Satgas Gabungan
Sabtu, 06 Januari 2024 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
"Ini diperlukan karena kita sudah menghadapi masa puncak kampanye Pemilu 2024, yang mana kemungkinan konsentrasi konsentrasi masa semakin banyak," kata Andrea.
Andrea menilai, TNI dan Polri tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dan perlu memiliki komunikasi yang baik agar dapat terbangun sinergi dalam penegakan ketertiban sosial.
"Untuk itulah, perlu dilakukan lebih intensif dan bila perlu dibentuk Satgas Operasi Pemeliharaan Kamtibmas dan Penegakan Hukum Nusantara Gabungan Polri/TNI dengan kegiatan mulai dari preventive, preemptive, represif, kuratif, dan rehabilitatif," tegasnya.
Selain itu, sambung Andrea, penyelenggara Pemilu 2024 yakni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu harus lebih jeli melihat potensi pelanggaran pemilu yang berasal dari gangguan Kamtibmas. "Ini semua patut dipandang sebagai hal yang mendesak, karena yang terjadi di Boyolali dan Manado adalah potensi ancaman faktual terpecahnya NKRI," katanya.
Andrea menilai, TNI dan Polri tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dan perlu memiliki komunikasi yang baik agar dapat terbangun sinergi dalam penegakan ketertiban sosial.
"Untuk itulah, perlu dilakukan lebih intensif dan bila perlu dibentuk Satgas Operasi Pemeliharaan Kamtibmas dan Penegakan Hukum Nusantara Gabungan Polri/TNI dengan kegiatan mulai dari preventive, preemptive, represif, kuratif, dan rehabilitatif," tegasnya.
Selain itu, sambung Andrea, penyelenggara Pemilu 2024 yakni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu harus lebih jeli melihat potensi pelanggaran pemilu yang berasal dari gangguan Kamtibmas. "Ini semua patut dipandang sebagai hal yang mendesak, karena yang terjadi di Boyolali dan Manado adalah potensi ancaman faktual terpecahnya NKRI," katanya.
(cip)
Lihat Juga :