TPN Tegaskan Ganjar-Mahfud Komitmen Penguatan Demokrasi dan Penegakan HAM

Selasa, 02 Januari 2024 - 21:55 WIB
loading...
TPN Tegaskan Ganjar-Mahfud...
Jubir Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Novi Basuki menegaskan, komitmen paslon nomor urut 3 ini dalam penegakan HAM dan penguatan demokrasi. FOTO/DOK.TPN
A A A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD , Novi Basuki menegaskan, komitmen paslon nomor urut 3 ini dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan penguatan demokrasi.

Novi menyatakan, pasangan Ganjar-Mahfud yang didukung Partai Perindo ini siap menjalankan kedaulatan rakyat dan kedaulatan hukum secara beriringan dan berimbang. Hal ini dilakukan agar hukum tidak sewenang-wenang dan demokrasi tidak kebablasan.

"Sebagaimana dinyatakan di debat pertama, terkait HAM, Pak Ganjar dan Pak Mahfud berkomitmen menyelesaikan kasus HAM masa lalu, di antaranya membentuk pengadilan HAM ad hoc dan mencari 13 aktivis yang masih hilang menjelang runtuhnya Orde Baru," kata Novi dalam keterangannya, Selasa (2/1/2024).



Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo juga berkomitmen menciptakan lingkungan yang mendukung dialog terbuka dan penghargaan terhadap kebebasan berekspresi dan pers di masa pemerintahannya jika terpilih sebagai Presiden RI.

Hal lain yang akan diwujudkan adalah memperkuat hak-hak politik rakyat dan kaum minoritas dengan menjamin hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih, serta hak untuk terlibat dalam partai politik.

"Termasuk memperlancar konsultasi-dialog antara pemerintah dan masyarakat sipil, misalnya melalui penyediaan akses penyampaian informasi, keluhan, usulan yang bebas biaya dan menjamin keamanan pelapor," jelasnya.

Novi mengakui, Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan dalam penguatan demokrasi dan perlindungan HAM. Tantangan terbesar demokrasi adalah mengedukasi masyarakat agar bisa memilih secara rasional.

"Sebab, yang kita saksikan selama 4 kali menjalankan pemilihan langsung sejak 2004, faktor emosinal lebih berperan ketimbang faktor rasional," terangnya.

Baca juga: Pesan Mahfud MD kepada Mahasiswa Hukum: Harus Punya Moral

Tantangan lainnya yang dihadapi saat ini adalah fenomena lembaga, alat, serta aparatur negara yang digunakan oknum tertentu untuk mendigdayakan dan melanggengkan kekuasaan. Masalah ini menurut Novi bisa menjadi tantangan besar bagi penegakan HAM di Indonesia.

"Dulu, pelanggaran HAM, terutama yang terkait pelanggaran terhadap hak-hak politik, sering dilakukan oleh 'negara' karena 'negara' terlalu berkuasa," tuturnya.

"Sekarang, hak-hak politik memang sudah dibuka lebar untuk masyarakat, tetapi masih sering juga kita mendengar pelanggaran HAM yang terkait dengan hak-hak ekonomi sekaligus politik," tambahnya.

Dalam upaya penguatan demokrasi dan penegakkan HAM, pasangan Ganjar-Mahfud juga memiliki program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Program ini penting dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada HAM dan demokrasi di Indonesia.

"Kami menawarkan program kanal pelaporan langsung yang bebas biaya, baik kuota maupun pulsa, kepada presiden. Kami juga akan menyiapkan mekanisme yang dapat memastikan publik bisa mendapat respons yang sat-set dan tas-tes atas uneg-uneg dan gagasan yang disampaikan mereka," tutupnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Rekomendasi
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Berita Terkini
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved