Ada Tukar Guling Jasa di Balik Ketidaknetralan ASN dalam Pilkada

Senin, 10 Agustus 2020 - 14:26 WIB
loading...
Ada Tukar Guling Jasa...
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masalah netralitas aparatur sipl negara (ASN) selalu saja muncul dalam setiap gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada). Namun, sejatinya yang yang menyebabkan ASN kerap tidak netral dan ditarik-tarik masuk “gelanggang” oleh kandidat.

Ada banyak faktor Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem ) Titi Anggraini mengatakan, netralitas ASN sangat dipengaruhi struktur birokrasi. ASN bisa berpihak pada salah satu calon karena tekanan struktural dan khawatir karirnya mandek.

Namun ada pula usaha untuk menukarkan jasa ketidaknetralan tersebut dengan sesuatu. Ini bukan hanya aktor politik yang aktif, tetapi ASN-nya juga aktif mendekati kandidat. Selain itu, hubungan kekerabatan, kepentingan pragmatis untuk keuntungan pribadi dan kelompok, dan kultur feodal juga turut memberikan andil pada masalah netralitas ASN .

“Ada rasa kebanggaan sosial jika bisa dekat dan mempunyai akses langsung ke kepala daerah,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema ”Netralitas dan Kewaspadaan Politisasi ASN dalam Pilkada Serentak Tahun 2020”, Senin (10/8/2020).

(Baca: Politisasi dan Mobilisasi ASN Masih Jadi Persoalan Krusial di Pilkada)

Dalam evaluasi Perludem, netralitas ASN ini masuk tiga besar masalah pilkada bersama politik uang dan akurasi dan validasi daftar pemilih tetap (DPT). Ketiganya terkait langsung dengan sumber suara.

“Politik uang itu ke sumber pemilih, tapi belakangan menyasar ke penyelenggara dan proses pencalonan. Karena dia problem yang kerap muncul, kita harus mengantisipasinya dengan tepat,” tutur Titi.

Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan ASN itu harus menyadari mempunyai hal pilih dalam pemilihan umum (pemilu). Namun, ekspresi dna keberpihakannya hanya dilakukan dalam bilik suara.

(Baca: Data ASN Pelanggar Netralitas yang Tak Dijatuhi Sanksi Bakal Diblokir)

Netralitas ASN ini bisa dijaga dengan berbagai cara, seperti regulasi yang kuat serta memperkokoh integritas ASN dan calon. Yang tak kalah penting, peran partai politik untuk tidak mempolitisasi ASN.

Perludem mengapresiasi sikap terbuka dari pemerintah, terutama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb). Tjahjo Kumolo selaku Menpanrb beberapa waktu lalu mengungkapkan ada 70 persen ASN yang tidak netral dalam pilkada dengan beragam pola.

“Isu-isu netralitas ASN seiring perjalanan reformasi birokrasi semakin mendapatkan tempat untuk dibicarakan terbuka. Pada masa awal, isu netralitas tidak terlalu terbuka. Ini terkait iklim demokrasi dan situasi daerah,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
DPRD Sepakat Hak Angket...
DPRD Sepakat Hak Angket dan Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, Perludem: Jalan Keluar Penuhi Tuntutan Warga
DPP Perindo Gandeng...
DPP Perindo Gandeng Perludem Gelar FGD Bahas Tata Ulang Sistem Kepemiluan usai Putusan MK
NasDem Respons Putusan...
NasDem Respons Putusan MK 135: Melanggar Prinsip Kepastian Hukum
MK Putuskan Pemilu Nasional...
MK Putuskan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal Dipisah, Ini Respons DPR, DPD, dan Perludem
ASN Provinsi Papua Deklarasi...
ASN Provinsi Papua Deklarasi Netralitas Jelang PSU, PJ Gubernur Fatoni: Jangan Sebar Hoaks
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
Hasil Coblos Ulang Pilkada...
Hasil Coblos Ulang Pilkada Banjarbaru Kembali Digugat ke MK, Gubernur Muhidin Pastikan Netralitas Aparat
Rekomendasi
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved