Ganjar Bertekad Tingkat Kesejahteraan Guru Honorer
Selasa, 26 Desember 2023 - 15:16 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo memberikan keterangan usai menghadiri pertemuan dengan TPC dan caleg partai koalisi serta relawan se-Sragen, di Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (24/12/2023) malam. FOTO/MPI/RIANA RIZKIA
A
A
A
SRAGEN - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru honorer ketika nanti terpilih di Pilpres 2024. Tekad ini membulat setelah Ganjar setelah merasakan langsung kehidupan seorang guru honorer.
Hal itu dirasakan Ganjar saat menginap di rumah Candra Febriyanti, seorang guru honorer di Desa Kliwonan, Masaran, Sragen, Minggu (25/12/2023). Tradisi bermalam di rumah warga telah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Di rumah Candra Febriyanti, Ganjar mendengar kisah menarik seorang guru honorer di SDN Karangmalang. Febri, dengan lima tahun pengabdian sebagai guru agama, hanya mendapatkan gaji sebesar Rp300.000 per bulan. Angka ini jauh dari harapan seorang pendidik yang berkomitmen tinggi.
"Saya guru honorer di SD, sempat ikut seleksi PPPK tapi tidak lolos. Gajinya tidak cukup buat beli bensin," kata Febri kepada Ganjar dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (26/12/2023).
Menurut Ganjar, seleksi PPPK belum memprioritaskan guru yang telah lama mengabdi, memicu aspirasi untuk memberikan prioritas kepada yang telah lama berdedikasi.
Setelah mendengarkan berbagai cerita dari warga, termasuk keluhan Febri, Ganjar menegaskan bahwa kesejahteraan guru adalah salah satu prioritasnya. Ganjar berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.
Hal itu dirasakan Ganjar saat menginap di rumah Candra Febriyanti, seorang guru honorer di Desa Kliwonan, Masaran, Sragen, Minggu (25/12/2023). Tradisi bermalam di rumah warga telah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Di rumah Candra Febriyanti, Ganjar mendengar kisah menarik seorang guru honorer di SDN Karangmalang. Febri, dengan lima tahun pengabdian sebagai guru agama, hanya mendapatkan gaji sebesar Rp300.000 per bulan. Angka ini jauh dari harapan seorang pendidik yang berkomitmen tinggi.
"Saya guru honorer di SD, sempat ikut seleksi PPPK tapi tidak lolos. Gajinya tidak cukup buat beli bensin," kata Febri kepada Ganjar dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (26/12/2023).
Menurut Ganjar, seleksi PPPK belum memprioritaskan guru yang telah lama mengabdi, memicu aspirasi untuk memberikan prioritas kepada yang telah lama berdedikasi.
Setelah mendengarkan berbagai cerita dari warga, termasuk keluhan Febri, Ganjar menegaskan bahwa kesejahteraan guru adalah salah satu prioritasnya. Ganjar berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.
Lihat Juga :