Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kamis, 21 Desember 2023 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
"Penyakit influensa atau batuk pilek yang disebabkan oleh virus influenzae A dan B serta oleh mikroogranisme lainnya sulit dibedakan dengan infeksi virus Covid-19. Pemeriksaan khusus untuk Covid-19, virus influenzae, atau mikroorganisme lainnya diperlukan untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari gejala-gejala tersebut," imbuhnya.
Miko menilai transportasi yang paling aman digunakan saat ini adalah pesawat terbang, disusul kereta api antarprovinsi, kemudian bus dan semua angkutan yang ketat dalam memberlakukan peraturan. Penting juga untuk memilih hotel atau akomodasi yang memberlakukan protokol kesehatan.
“Tetapi kebijakan pakai masker sekarang jarang dilakukan oleh masyarakat di semua tempat dan di semua angkutan. Oleh karena itu, Pemerintah harus menggaungkan lagi protokol kesehatan secara cermat dan adekuat agar transmisi Covid-19 dapat dikurangi,” ungkapnya.
Miko menjelaskan untuk memantau dinamika dan perkembangan kasus Covid-19 di daerah tujuan liburan, surveilans kasus Covid-19 dan keberadaan reagen untuk pemeriksaan swab tenggorok harus segera dilakukan di semua kabupaten/kota di Indonesia.
“Surveilans ini seharusnya dilakukan sejak ditetapkannya pandemi berakhir, yaitu pada Maret 2023, hingga sekarang. Dengan surveilans kasus Covid-19 dan Whole Genome Sequencing Surveillance (WGSS) yang baik, kita dapat mengatahui penyebaran penyakit Covid-19 dan mutasi virusnya di Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Miko mengatakan saat ini mutasi virus Covid-19 di seluruh dunia terus terjadi. Menurutnya subvarian Covid-19 yang telah teridentifikasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia saat ini adalah XBB.1.5, EG.5 dan JN.1.
Miko menilai transportasi yang paling aman digunakan saat ini adalah pesawat terbang, disusul kereta api antarprovinsi, kemudian bus dan semua angkutan yang ketat dalam memberlakukan peraturan. Penting juga untuk memilih hotel atau akomodasi yang memberlakukan protokol kesehatan.
“Tetapi kebijakan pakai masker sekarang jarang dilakukan oleh masyarakat di semua tempat dan di semua angkutan. Oleh karena itu, Pemerintah harus menggaungkan lagi protokol kesehatan secara cermat dan adekuat agar transmisi Covid-19 dapat dikurangi,” ungkapnya.
Miko menjelaskan untuk memantau dinamika dan perkembangan kasus Covid-19 di daerah tujuan liburan, surveilans kasus Covid-19 dan keberadaan reagen untuk pemeriksaan swab tenggorok harus segera dilakukan di semua kabupaten/kota di Indonesia.
“Surveilans ini seharusnya dilakukan sejak ditetapkannya pandemi berakhir, yaitu pada Maret 2023, hingga sekarang. Dengan surveilans kasus Covid-19 dan Whole Genome Sequencing Surveillance (WGSS) yang baik, kita dapat mengatahui penyebaran penyakit Covid-19 dan mutasi virusnya di Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Miko mengatakan saat ini mutasi virus Covid-19 di seluruh dunia terus terjadi. Menurutnya subvarian Covid-19 yang telah teridentifikasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia saat ini adalah XBB.1.5, EG.5 dan JN.1.
Lihat Juga :