Hati-hati Narkoba Era Baru Perusak Otak Anak-anak
Minggu, 09 Agustus 2020 - 23:03 WIB
loading...
Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H.
A
A
A
Dharma Pongrekun
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Direktur Narkoba Bareskrim Polri (2015)
NARKOBA (narkotika dan obat-obatan) adalah kelompok senyawa yang mengakibatkan efek halusinasi, penurunan kesadaran, dan kecanduan. Meskipun bahayanya sudah diketahui, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya. Sedangkan di era online saat ini, gadget telah menjadi candu baru yang sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak, karena menimbulkan gangguan perkembangan otak, serta masalah kesehatan mental dan perubahan perilaku. Mereka bahkan akan menjadi agresif dan mudah tersinggung jika orang tua tidak memberi mereka akses menggunakan gadget.
Terpapar gadget untuk waktu yang lama akan menghilangkan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan dasar lainnya, seperti tidak dapat bermain secara mandiri atau dengan teman sebaya mereka, kehilangan kesempatan untuk berpikir secara mandiri, kehilangan waktu membaca dan menulis, bahkan memiliki risiko kesehatan serius yang mematikan.
Kecepatan konten di media, membuat anak-anak tidak dapat fokus pada satu hal dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori, sehingga anak susah memusatkan perhatian. Hal ini disebut “pikun digital”.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, memberi peringatan pada 2011 lalu bahwa: “Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa, karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa”.
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Direktur Narkoba Bareskrim Polri (2015)
NARKOBA (narkotika dan obat-obatan) adalah kelompok senyawa yang mengakibatkan efek halusinasi, penurunan kesadaran, dan kecanduan. Meskipun bahayanya sudah diketahui, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya. Sedangkan di era online saat ini, gadget telah menjadi candu baru yang sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak, karena menimbulkan gangguan perkembangan otak, serta masalah kesehatan mental dan perubahan perilaku. Mereka bahkan akan menjadi agresif dan mudah tersinggung jika orang tua tidak memberi mereka akses menggunakan gadget.
Terpapar gadget untuk waktu yang lama akan menghilangkan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan dasar lainnya, seperti tidak dapat bermain secara mandiri atau dengan teman sebaya mereka, kehilangan kesempatan untuk berpikir secara mandiri, kehilangan waktu membaca dan menulis, bahkan memiliki risiko kesehatan serius yang mematikan.
Kecepatan konten di media, membuat anak-anak tidak dapat fokus pada satu hal dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori, sehingga anak susah memusatkan perhatian. Hal ini disebut “pikun digital”.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, memberi peringatan pada 2011 lalu bahwa: “Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa, karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa”.