Hati-hati Narkoba Era Baru Perusak Otak Anak-anak

Minggu, 09 Agustus 2020 - 23:03 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Mei 2011, WHO sendiri memasukkan gadget dalam kategori risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh gadget tersebut. Donald Hilton Junior, seorang ahli bedah otak dari University of Texas menyampaikan, gadget merusak lima bagian otak, sedangkan Narkoba (narkotika dan obat-obatan) merusak tiga bagian otak. Hal ini menunjukkan gadget dua kali lebih berbahaya dari narkoba. Berikut lima bagian otak yang dirusak oleh gadget: otak depan, otak besar, otak kanan depan, dasar otak depan, dan otak kecil.

Para ilmuwan tersebut telah mengatakan bahwa akibat kecanduan gadget, anak-anak di seluruh belahan dunia telah banyak yang menderita gangguan mental akibat SDD (screen dependency disorder), bahkan WHO sendiri pada 18 Juni 2018, menerbitkan dokumen ICD-11, yang merupakan revisi dari dokumen sebelumnya, ICD-10 terbitan pada 1990. Dokumen ini digunakan oleh para tenaga kesehatan untuk mengategorisasi kecanduan game online (6C51 Gaming Disorder) sebagai penyakit.

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?
Pertama, aktivitas terbaik untuk mengatasi dampak kecanduan ponsel adalah dengan melatih sel-sel tubuhnya agar cerdas kembali, hingga dapat mencapai potensi fitrahnya melalui latihan jasmani khusus (detail teknik cara melakukannya lebih baik kita bahas di pertemuan langsung). Tubuh yang cerdas tahu apa yang dibutuhkannya untuk pulih. Profesor Robert W. Lovett dari Harvard Medical School adalah salah satu tokoh yang mengajarkan penggunaan kecerdasan tubuh. “Dengan teknik khusus, tubuh bisa ditanya dan mampu memberikan jawaban yang objektif. Bila suatu hal (fasilitas, metode, produk, lingkungan atau bahkan team) tidak dibutuhkan tubuh, karena tidak baik untuk kesehatan, hasil tes akan melemahkan tubuh. Sebaliknya, bila baik untuk kesehatan, hasil tes akan menguatkan tubuh.”

Buktinya, menempelkan gadget ke telinga atau area dada dekat jantung, radiasi gadget akan melemahkan tubuh saat dites dengan metode tersebut. Pertanda sel-sel tubuh yang cerdas mampu mengenali bahaya gadget yang radiasinya ternyata melemahkan potensi tubuh.

Jadi, sebelum terlanjur kecanduan ponsel, segera alihkanlah fokus perhatian anak pada aktivitas bersama teman sebayanya, agar ketergantungan anak-anak pada gadget tidak melemahkan potensi tubuh sehingga menjauhkan anak-anak dari fitrahnya. Tubuh yang melemah akibat dari gempuran gelombang radiasi ponsel yang terus-menurus, akan melemahkan tubuh dan berdampak pada hilangnya kemampuan alami sel dalam memproteksi dirinya. Sel-sel menjadi bloon dan bila sel sudah bloon, maka tubuh akan kehilangan “Body intellegent” (kecerdasan tubuh), sehingga tak lagi mampu memproteksi dirinya dari hal yang melemahkan tubuhnya seperti ponsel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved