Singgung Banyak Koruptor dari Kalangan Intelektual, Mahfud MD: Sarjana Harus Punya Moral
Sabtu, 09 Desember 2023 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Mahfud juga mencontohkan banyak negara yang hancur karena sistem penegakan hukumnya sangat bobrok. Dia mengingatkan pemberantasan korupsi tidak boleh main-main agar Indonesia tidak mengikuti jejak negara-negara yang sudah luluh lantak akibat banyak penjahat berdasi.
“Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan, pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,” terang Mahfud.
“Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,” papar pria yang juga menjabat Menko Polhukam ini.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Rancang 4 Program Konkret Atasi Permasalahan Korupsi
“Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apa pun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi. Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,” pungkasnya.
“Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan, pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,” terang Mahfud.
“Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,” papar pria yang juga menjabat Menko Polhukam ini.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Rancang 4 Program Konkret Atasi Permasalahan Korupsi
“Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apa pun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi. Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :