Singgung Banyak Koruptor dari Kalangan Intelektual, Mahfud MD: Sarjana Harus Punya Moral
Sabtu, 09 Desember 2023 - 14:57 WIB
loading...
Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD menyinggung tingginya angka koruptor dari kalangan intelektual kala menyambangi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Unikom, Sabtu (9/12/2023). Foto/MPI
A
A
A
BANDUNG - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD menyinggung tingginya angka koruptor dari kalangan intelektual kala menyambangi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Sabtu (9/12/2023). Dalam orasinya, Mahfud mewanti-wanti bahwa sarjana harus menjadi intelektual yang bermoral.
“Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” ujar Mahfud dalam orasi yang berlangsung di Hotel Harris, Bandung.Baca juga: Komitmen Cegah Korupsi Politik, Mahfud MD: Sumber Bagi Praktik Korupsi Lain
“Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,” sambungnya.
Pernyataan itu didasarkan pada fakta bahwa jumlah koruptor sebanyak 84% dari 1.250 koruptor merupakan sarjana. Bahkan tak sedikit di antaranya menyandang gelar profesor.
“Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,” tutur Mahfud.
“Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” ujar Mahfud dalam orasi yang berlangsung di Hotel Harris, Bandung.Baca juga: Komitmen Cegah Korupsi Politik, Mahfud MD: Sumber Bagi Praktik Korupsi Lain
“Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,” sambungnya.
Pernyataan itu didasarkan pada fakta bahwa jumlah koruptor sebanyak 84% dari 1.250 koruptor merupakan sarjana. Bahkan tak sedikit di antaranya menyandang gelar profesor.
“Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,” tutur Mahfud.
Lihat Juga :