Warga Keluhkan Kerusakan Lingkungan di Kalimantan, Ganjar Komitmen Melestarikan Alam

Kamis, 07 Desember 2023 - 05:28 WIB
loading...
Warga Keluhkan Kerusakan...
Capres Ganjar Pranowo berkomitmen menjaga dan melestarikan alam di Kalimantan. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ganjar Pranowo mendapatkan keluhan soal kerusakan lingkungan yang memprihatinkan di Kalimantan. Keluhan itu disampaikan oleh seorang warga bernama Ketut Waskita.

Ketut mengatakan, kerusakan lingkungan itu terjadi terutama di pedalaman Kalimantan. Ketut pun mengaku sedih, sebab hutan di Kalimantan sudah gundul.

"Betapa sedihnya kami melihat lingkungan kami di situ hancur gundul," ujarnya ketika Ganjar menghadiri ramah tamah dengan tokoh masyarakat dan lintas agama di Balikpapan, Kalimantan Timur dikutip Kamis, (7/12/2023).

Baca juga: KH Yasin Nawawi: Ganjar-Mahfud Pendekar Hukum dan Sosok Tegas Berantas Korupsi

Ketut menceritakan pada tahun 1990-an ketika dirinya pertama kali menginjakkan kaki di Balikpapan, masih sempat menyaksikan birunya sungai. "Nah sekarang 10 tahun terakhir ini kami satupun enggak pernah lihat air sungai yang jernih atau yang biru," ucapnya.

Ketut lantas bertanya kepada Ganjar soal komitmennya terhadap kerusakan lingkungan. "Apa tindakan Bapak untuk perbaiki lingkungan kami ini yang sudah hancur begitu dahsyatnya. Apakah yang akan bapak perbuat, selama lima tahun itu apakah akan biarkan lingungan kami yang hancur untuk kelangsungan generasi kami," kata Ketut.

Baca juga: Ajak Masyarakat Pilih Ganjar-Mahfud, KH Yasin Nawawi: Demi Kepentingan Rakyat

Ganjar pun menjawab, bahwa dirinya akan berkomitmen untuk pelestarian lingkungan dengan pembangunan yang harus berjalan beriringan.

"Sungai rusak apakah akan diperbaiki? Harus Pak. Tapi kan penduduk kita tambah Pak. Butuh ruang, butuh energi, ya nggak, butuh perumahan, maka semakin tertekan kondisi lingkungan. Maka apa yang harus dilakukan betul-betul pembangunan harus berkelanjutan. Berkelanjutan apa? Mesti bertahap," ujar Ganjar.

Ganjar mengakui ini semacam dilema. Misalnya, di Balikpapan ada minyak, gas, batubara. Dia kemudian memberikan dua pilihan kepada orang yang bertanya tersebut yaitu dikelola atau dibiarkan.

"Pertanyaannya batubaranya mau kita ambil atau nggak Pak Ketut," tanya Ganjar.

"Ambil dengan syarat, Setuju," jawab Ketut

"Saya ikut Anda," timpal Ganjar.

Sebab, tak dipungkiri seringkali eksesnya lebih banyak negatif. Maka kalau kawasannya sudah ditentukan, seringkali melebar, menjadi ilegal.

"Maka inilah kenapa saya dengan Pak Mahfud kencang bicaranya. Kalau ini kita tertibkan, kaitannya kan dengan kolusi, korupsi, karena tidak sesuai dengan aturan," ujar dia.

Ganjar kemudian meminta dukungan dari masyarakat termasuk Ketut Wastika dalam hal penegakan aturan. Sebab, tak bisa ditampik ketika ada temuan pelanggaran ternyata dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkaran mereka.

"Yang kaya gitu kira-kira bli Ketut, mau ditegakkan apa nggak?," ujar Ganjar.

"Harus," jawab Ketut.

"Pas kita tegakkan teman kita. Gak masalah? Pak saya pendukung Pak Ganjar lho, gimana? ," tanya Ganjar.

"Gaspol," teriak peserta yang hadir.

"Gaspol !!! Ini Anda lho yang ngomong ya awas ya. Kalau nanti kita gaspol begitu, saya berharap dari sini akan bisa teriak kita dukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud," ujar dia.

Ganjar menyampaikan cerita pengalaman saat duduk di kursi DPR RI dan Gubernur. Diakuinya, dalam hal pengambilan sebuah keputusan terkadang menjadi sesuatu yang sulit.

"Pak kami pernah memutuskan itu. Memutuskan itu, tidak gampang. Ada berbagai cerita. Kita mencoba amdalnya kita perbaiki, mitigasi agar tidak rusak, sehingga orang akan bisa mengerjakan dengan berkelanjutan, sustain," ujar dia.

"Kalau ada dari Bali, Dayak, masyarakat setempat menggunakannya itu dengan kearifan, rasa-rasanya kita bisa memberikan kontrol," sambung dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahfud MD Usul Ambang...
Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Nol Persen atau Pemberlakuan Fraksi Threshold
GKSR Gelar FGD Bahas...
GKSR Gelar FGD Bahas RUU Pemilu hingga Ambang Batas Parlemen, Undang Mahfud dan Uceng
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Polda Riau Tetapkan...
Polda Riau Tetapkan Korporasi Raksasa Sawit Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lingkungan
Polemik Alumni LPDP...
Polemik Alumni LPDP Hina Negara, Mahfud MD: Jangan Pernah Lelah Mencintai Negeri Ini
Rekomendasi
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved