Kemenristek Dorong Peneliti Berinovasi Ciptakan Produk yang Market Friendly

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 09:07 WIB
loading...
Kemenristek Dorong Peneliti...
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengatakan fungsi pemerintah dalam triple helix itu ada dua, yakni fasilitator dan regulator. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pemerintah aktif menjembatani keinginan peneliti dan industri dalam berinovasi . Produk yang dihasilkan harus yang dibutuhkan masyarakat.

Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek ), Bambang Brodjonegoro mengatakan fungsi pemerintah dalam triple helix itu ada dua, yakni fasilitator dan regulator. Dalam posisi regulator, pemerintah atau kementerian akan bertindak sebagai pemberi izin produksi dan edar dari produk inovasi.
(Baca juga: Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team)

Misalnya, dalam produksi alat kesehatan (alkes) itu izin produksi ada di Kementerian Perindustrian. Sementara izin edar dan klinisnya ada di Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bambang menjelaskan posisi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) itu lebih pada fasilitator. Kemenristek akan mempertemukan dunia usaha dengan penelitian.

“Meskipun tidak ada istilah anggaran yang terlibat, ini penting mempertemukan. Kedua belah pihak jarang ketemu dan berkomunikasi sehingga tidak paham satu sama lain,” tuturnya dalam keterangannya, Jumat (7/8/2020).

Para peneliti, menurutnya, kadang sibuk dengan dunia, kesenangan, dan keahliannya sendiri. Mereka kadang tidak melihat produk yang dibutuhkan masyarakat.

Padahal, inovasi sebuah produk yang ingin dibuat secara massal itu harus market friendly. Di sisi dunia usaha juga sama, sangat pragmatis. Ketika mereka melihat tidak ada produk di dalam negeri, akan impor.

“Para peneliti harus mau melihat ke hilir dan mendengar masukan dari dunia usaha. Dunia usaha perlu tahu apa yang menjadi keahlian dan aktivitas peneliti kita,” terangnya.

Dunia usaha harus mengetahui inovasi apa saja yang sudah dilahirkan dan dipatenkan oleh para peneliti dalam negeri. Kurangnya informasi ini membuat mereka tidak pernah terpikir membeli lisensi dalam negeri.

Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mencontohkan kerja sama yang berlangsung mulus dalam menciptakan produk untuk penanganan pandemi Covid-19, seperti alat rapid tes, ventilator, dan suplemen. Itu karena peneliti dan dunia usaha paham karena alat itu dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.
(Baca juga: Menakar Peluang Puan dan AHY di 2024, Pengamat: Mentok Jadi Cawapres)

“Tapi kita enggak bisa mengharapkan ada kejadian pandemi agar fasilitasi ini bisa berjalan. Untuk bidang-bindang lain, kita terus fasilitasi,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Rekomendasi
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Ditanya Gugatan Hak...
Ditanya Gugatan Hak Asuh Anak Usai Umrah, Ruben Onsu: Biar Pengacara yang Bicara
Berita Terkini
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved