Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:21 WIB
loading...
Presiden Lagi-lagi Marahi...
Politikus PDIP Effendi Simbolon mengatakan sebenarnya apa yang ditunjukkan Jokowi tersebut tidak penting bagi rakyat di tengah kondisi pandemi saat ini. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedikitnya sudah tiga kali memarahi menterinya dan ditunjukkan kepada publik karena tidak puas dengan kinerja mereka dalam penanganan krisis di masa pandemi. Terakhir, kejengkelan Jokowi diungkapkan saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (3/8/2020). Salah satu pemicunya adalah masih minimnya serapan anggaran stimulus untuk penanganan COVID-19.

Terkait dengan sikap Presiden Jokowi tersebut, Politikus PDIP Effendi Simbolon mengatakan sebenarnya apa yang ditunjukkan Jokowi tersebut tidak penting bagi rakyat di tengah kondisi pandemi saat ini. "Buat kita kan enggak penting mau marah mau enggak marah, yang penting kita hadapi pandemi ini dengan kearifan, kesabaran dengan keimanan yang kuat. Jangan kemudian kita terlihat panik, tegang karena ini kan pandemi yang luar biasa yang belum pernah dialami di masa kita," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (7/8/2020). (Baca juga: Bandingkan dengan Jokowi, Pengamat Sebut Soeharto Tak Pernah Marah di Depan Publik)

Mengenai kinerja para menteri, Effendi mengatakan, sejak awal dirinya melihat penempatan orang-orang di jajaran kabinet terkesan asal-asalan. "Harusnya periode yang kedua itu lebih baik dari periode pertama. Kalau yang sebelumnya masih trial and error, kan enggak bisa dimaklumi untuk periode kedua," tandasnya.

Anggota Komisi I DPR ini menilai kinerja sejumlah menteri yang tidak maksimal ini bukan hanya karena Corona. "Jadi ini bukan karena COVID-19, memang sejak awal bukan the dream team yang kita harapkan di periode kedua presiden. Kenapa? Ya saya enggak tahu, tanya sendiri ke Pak Jokowinya," tuturnya.

Effendi mengaku sejak awal meragukan kapasitas orang-orang yang dipilih duduk sebagai menteri di era kedua kepemimpinan Jokowi. "Sejak awal sebelum COVID-19, kalau seorang nahkoda didampingi kru-kru kayak model begitu, ya gimana? (Ibaratnya) orang mesin kelola operasi jantung, dokter saraf kelola ini, jadinya enggak karu-karuan. Mbok kembali dululah ke khittah-nya, kembali ke mazhabnya. Negeri ini kan terbangun bukan serta merta, bukan bim salabim, ada prosesnya. Kita bukan superman yang semua tahu, apalagi memahami," jelasnya.

Karena itu, menurut Effendi, ketika Presiden Jokowi mempertontonkan kepada publik kemarahannya kepada para pembantunya maka rakyat kebanyakan hanya tersenyum saja. "Kalau presidennya marah-marah, sopo sing milih? Siapa yang milih. Kayak kita memilih seleksi karyawan kan berpulang lagi ke kita (yang memilih). Kalau modelnya enggak ada COVID-19 saja begini, enggak bisa diharap banyak, apalagi dengan COVID-19 ya semakin enggak jalan," paparnya.

Mengenai keluhan Jokowi soal minimnya serapan anggaran, Effendi mengatakan bahwa dalam penggunaan anggara ada aturan dan mekanismenya yang diatur dalam undang-undang. "Apa mau dihabisin semuanya? Kan ada mekanismenya, ada aturannya. Saya kira semua PPA (Pejabat Pengguna Anggaran) itu kan kalau misalnya ada apa-apa, the worst itu (kondisi terburuk jika ada kasus hukum, red), kan mereka yang menanggung hukumnya kalau ada kesalahan dari sisi teknisnya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Silakan Jokowi Keliling...
Silakan Jokowi Keliling Indonesia, PDIP: Bebas, tapi Harus Tunjukkan Ijazah
Andi Azwan: Segala Sesuatu...
Andi Azwan: Segala Sesuatu yang Berhubungan dengan Jokowi Buat Banyak Orang 'Cacing Kepanasan'
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Jokowi Akan Kunjungi...
Jokowi Akan Kunjungi Lampung, Relawan dan PSI Siap Kawal Seluruh Agenda
Rekomendasi
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Berita Terkini
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Infografis
4 Ramalan dari Serial...
4 Ramalan dari Serial Kartun The Simpsons yang Jadi Kenyataan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved