Menakar Peluang Puan dan AHY di 2024, Pengamat: Mentok Jadi Cawapres
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 11:29 WIB
loading...
Pertemuan antara Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Kamis kemarin dianggap pertemuan politik penting. Foto/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan antara Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Kamis kemarin dianggap pertemuan politik penting. Pasalnya, keduanya sama-sama dianggap sebagai klan politik petinggi partai yang memiliki peluang di Pilpres 2024.
"Dua-duanya, baik Puan maupun AHY masih fifty-fifty peluangnya. Analisa saya, keduanya paling mentok jadi cawapres. Untuk jadi capres sulit," ujar Analis Politik asal Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin saat dihubungi SINDOnews , Jumat (7/8/2020). (Baca juga: Pertemuan AHY-Puan Bahas Dampak Covid-19 Hingga Pilkada 2020)
Ujang mengatakan meski Puan punya PDIP namun perempuan yang juga Ketua DPR ini masih terganjal oleh elektabilitasnya. Ia melihat elektabilitas Puan masih rendah dan sulit naik. Menurutnya sebagai Ketua DPR, Puan tak mampu mengambil hati rakyat.
"Banyak keputusan-keputusan DPR yang berkolaborasi dengan pemerintah, yang ujungnya merugikan rakyat. Dan rakyat sangat paham tentang itu. Jadi Puan punya tugas berat untuk mengatrol popularitas dan elektabiltasnya, jika ingin bersaing di pencapresan 2024 nanti," tandasnya.
Adapun AHY, Ujang menilai, penerus trah politik SBY itu harus mampu meyakinkan partai-partai lain. Karena jika ingin maju sebagai capres atau cawapres harus bangun koalisi dengan banyak partai.
"Dua-duanya, baik Puan maupun AHY masih fifty-fifty peluangnya. Analisa saya, keduanya paling mentok jadi cawapres. Untuk jadi capres sulit," ujar Analis Politik asal Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin saat dihubungi SINDOnews , Jumat (7/8/2020). (Baca juga: Pertemuan AHY-Puan Bahas Dampak Covid-19 Hingga Pilkada 2020)
Ujang mengatakan meski Puan punya PDIP namun perempuan yang juga Ketua DPR ini masih terganjal oleh elektabilitasnya. Ia melihat elektabilitas Puan masih rendah dan sulit naik. Menurutnya sebagai Ketua DPR, Puan tak mampu mengambil hati rakyat.
"Banyak keputusan-keputusan DPR yang berkolaborasi dengan pemerintah, yang ujungnya merugikan rakyat. Dan rakyat sangat paham tentang itu. Jadi Puan punya tugas berat untuk mengatrol popularitas dan elektabiltasnya, jika ingin bersaing di pencapresan 2024 nanti," tandasnya.
Adapun AHY, Ujang menilai, penerus trah politik SBY itu harus mampu meyakinkan partai-partai lain. Karena jika ingin maju sebagai capres atau cawapres harus bangun koalisi dengan banyak partai.
Lihat Juga :