Tak Sekadar Berkonsep Hijau, Kota Layak Huni Harus Inklusif
Minggu, 19 November 2023 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
Solusi mobilitas itu diklaim akan menguntungkan para komuter yang menggunakan layanan bus dan kereta api yang telah terintegrasi dengan Kawasan Intermoda BSD City. Solusi smart mobility itu terintegrasi dengan aplikasi ponsel Onesmile yang sudah dikembangkan untuk masyarakat, Solusi mobilitas pintar ini juga akan disinkronisasi dengan waktu layanan kereta api komuter yang sudah terjadwal sehingga para penumpang dapat merencanakan perjalanan mereka secara lebih baik, dan membantu mengurangi kemacetan ke dan dari pusat kota Jakarta.
Praktisi Kawasan Hunian yang juga CEO & Founder Urban Ace Ronny Wuisan menilai, kesuksesan Sinar Mas Land menghadirkan konsep kota layak huni lantara pengembang ini merencanakan menciptakan sebuah kota baru sejak berpuluh tahun silam.
“Kebutuhan penunjang kehidupan dari mulai lahir sudah disiapkan jauh hari. Misal, rumah sakit, sekolah, universitas, mal, pusat gaya hidup dan fasilitas lainnya semua ada dan lengkap,” katanya. Pengembang ini, lanjut dia, menghadirkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.
Kota mandiri yang dihadirkan tak hanya berkonsep masa depan, tetapi sudah menjalankan konsep-konsep kota layak huni masa depan. “Yang ada sekarang ini, yang dikembangkan, itulah fitur masa depan,” ungkap Ronny.
Menurutnya, tak banyak pengembang yang bisa menghadirkan kota layak huni di Indonesia. “Hanya segelintir saja, salah satunya Sinar Mas Land ini,” tuturnya.
baca juga: Anies Ajak Pemimpin Kota Jadikan Jakarta Kota Layak Huni dan Berkelanjutan
Pengembangan kota mandiri, memerlukan satu syarat mutlak, yakni kawasan yang luas. “Kalau enggak punya kawasan besar, tidak bisa mengembangkan kota mandiri yang layak huni,” tukasnya. BSD City dinilai sebagai kota mandiri layak huni yang tak bisa di duplikasi oleh kawasan lain.
BSD City, lanjut dia, berhasil menjadi kota mandiri yang mendukung siklus hidup penghuni kawasan, “Untuk menjadi sebuah kota yang layak huni, harus bisa memenuhi dan mengakomodir siklus hidup manusia. Mulai dari lahir, sekolah, bekerja, hingga tutup usia. Konsep itu yang sekarang disodorkan Sinar Mas Land di Indonesia. Kebutuhan dasar manusia bisa dipenuhi semua di kota mandiri itu,” katanya.
Ronny menuturkan, kota layak huni membutuhkan sarana dan prasana yang lebih maju. Tak hanya itu, inklusifitas sebuah kota mandiri dijawab dengan menghadirkan sarana dan prasarana yang tak hanya untuk masyarakat kelas atas tetapi dari semua strata. “Harmonisasi kehidupan bermasyarakat diadopsi Sinar Mas Land dalam pengembangan kota mandirinya,” katanya.
Namun demikian, Ronny memiliki catatan, yakni perlunya mernghadirkan hunian dengan harga yang terjangkau. Sehingga akan menciptakan sebuah komunitas yang harmonis. “Tantangan terbesar pengembangan kota mandiri yang layak huni adalah membuat masyarakat mau pindah ke sana. Sehingga tak sekadar menyodorkan produk dan fitur, tetapi juga keterjangkauan masyarakat untuk memilih tinggal di sana. Itu yang sekarang tren di China, Vietnam, dan Malaysia,” tuturnya.
baca juga: Ilmuwan Temukan 2 Planet Mirip Bumi yang Layak Huni
Dengan adanya hunian yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, maka kota mandiri menjadi cepat bertransformasi menjadi kota layak huni. “Membangun, menjual itu gampang. Tetapi bagaiman membuat orang mau berpindah itu tantangan. Jangan sampai pembelinya hanya investor. Karena kota itu akan menjadi kota mati, hanya untuk ditinggali tanpa dihuni,” paparnya.
Karenanya, dalam pengembangan kota mandiri baru, agar cepat menjadi kota layak huni, Ronny menyarankan adanya keterjangkauan bagi masyarakat kelas menengah bawah untuk bisa hidup di kawasan kota mandiri itu. “Sehingga kehidupannya menjadi dinamis,” katanya.
Sebuah kota layak huni dan berkelanjutan, tak sekadar memiliki banyak fitur modern. Namun lebih dari itu, yakni menghadirkan kondisi kehidupan yang layak bagi seluruh penduduk kota, wilayah, dan komunitas, termasuk kesejahteraan fisik, sosial, dan mental. Konsep tersebut berkaitan dengan optimalisasi kinerja dan keutuhan kehidupan manusia. Konsep itulah yang kini terus diadopsi oleh Sinar Mas Land di Indonesia. Tak sekadar menghadirkan kawasan modern, tetapi juga hamonis, toleran, dan inklusif.
Praktisi Kawasan Hunian yang juga CEO & Founder Urban Ace Ronny Wuisan menilai, kesuksesan Sinar Mas Land menghadirkan konsep kota layak huni lantara pengembang ini merencanakan menciptakan sebuah kota baru sejak berpuluh tahun silam.
“Kebutuhan penunjang kehidupan dari mulai lahir sudah disiapkan jauh hari. Misal, rumah sakit, sekolah, universitas, mal, pusat gaya hidup dan fasilitas lainnya semua ada dan lengkap,” katanya. Pengembang ini, lanjut dia, menghadirkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.
Kota mandiri yang dihadirkan tak hanya berkonsep masa depan, tetapi sudah menjalankan konsep-konsep kota layak huni masa depan. “Yang ada sekarang ini, yang dikembangkan, itulah fitur masa depan,” ungkap Ronny.
Menurutnya, tak banyak pengembang yang bisa menghadirkan kota layak huni di Indonesia. “Hanya segelintir saja, salah satunya Sinar Mas Land ini,” tuturnya.
baca juga: Anies Ajak Pemimpin Kota Jadikan Jakarta Kota Layak Huni dan Berkelanjutan
Pengembangan kota mandiri, memerlukan satu syarat mutlak, yakni kawasan yang luas. “Kalau enggak punya kawasan besar, tidak bisa mengembangkan kota mandiri yang layak huni,” tukasnya. BSD City dinilai sebagai kota mandiri layak huni yang tak bisa di duplikasi oleh kawasan lain.
BSD City, lanjut dia, berhasil menjadi kota mandiri yang mendukung siklus hidup penghuni kawasan, “Untuk menjadi sebuah kota yang layak huni, harus bisa memenuhi dan mengakomodir siklus hidup manusia. Mulai dari lahir, sekolah, bekerja, hingga tutup usia. Konsep itu yang sekarang disodorkan Sinar Mas Land di Indonesia. Kebutuhan dasar manusia bisa dipenuhi semua di kota mandiri itu,” katanya.
Ronny menuturkan, kota layak huni membutuhkan sarana dan prasana yang lebih maju. Tak hanya itu, inklusifitas sebuah kota mandiri dijawab dengan menghadirkan sarana dan prasarana yang tak hanya untuk masyarakat kelas atas tetapi dari semua strata. “Harmonisasi kehidupan bermasyarakat diadopsi Sinar Mas Land dalam pengembangan kota mandirinya,” katanya.
Namun demikian, Ronny memiliki catatan, yakni perlunya mernghadirkan hunian dengan harga yang terjangkau. Sehingga akan menciptakan sebuah komunitas yang harmonis. “Tantangan terbesar pengembangan kota mandiri yang layak huni adalah membuat masyarakat mau pindah ke sana. Sehingga tak sekadar menyodorkan produk dan fitur, tetapi juga keterjangkauan masyarakat untuk memilih tinggal di sana. Itu yang sekarang tren di China, Vietnam, dan Malaysia,” tuturnya.
baca juga: Ilmuwan Temukan 2 Planet Mirip Bumi yang Layak Huni
Dengan adanya hunian yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, maka kota mandiri menjadi cepat bertransformasi menjadi kota layak huni. “Membangun, menjual itu gampang. Tetapi bagaiman membuat orang mau berpindah itu tantangan. Jangan sampai pembelinya hanya investor. Karena kota itu akan menjadi kota mati, hanya untuk ditinggali tanpa dihuni,” paparnya.
Karenanya, dalam pengembangan kota mandiri baru, agar cepat menjadi kota layak huni, Ronny menyarankan adanya keterjangkauan bagi masyarakat kelas menengah bawah untuk bisa hidup di kawasan kota mandiri itu. “Sehingga kehidupannya menjadi dinamis,” katanya.
Sebuah kota layak huni dan berkelanjutan, tak sekadar memiliki banyak fitur modern. Namun lebih dari itu, yakni menghadirkan kondisi kehidupan yang layak bagi seluruh penduduk kota, wilayah, dan komunitas, termasuk kesejahteraan fisik, sosial, dan mental. Konsep tersebut berkaitan dengan optimalisasi kinerja dan keutuhan kehidupan manusia. Konsep itulah yang kini terus diadopsi oleh Sinar Mas Land di Indonesia. Tak sekadar menghadirkan kawasan modern, tetapi juga hamonis, toleran, dan inklusif.
(hdr)
Lihat Juga :