Konektivitas dan Pembangunan

Senin, 04 Agustus 2025 - 06:20 WIB
loading...
Konektivitas dan Pembangunan
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi OJK. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Candra Fajri Ananda
Wakil Ketua Badan Supervisi OJK

PEMBANGUNAN infrastruktur selama ini kerap dipahami sebagai pembangunan fisik semata – seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara – yang berorientasi pada pemerataan wilayah atau peningkatan mobilitas. Seharusnya, perspektif tersebut perlu diperluas.

Infrastruktur sejatinya tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga instrumen strategis untuk “menghubungkan” titik-titik penting, baik produksi maupun pasar di dalam sistem ekonomi, termasuk antarprodusen yang biasa dikenal dalam sistem klaster. Artinya, pembangunan infrastruktur idealnya menjadi alat untuk membentuk jaringan konektivitas ekonomi yang efektif dan efisien.

Penggabungan titik produksi dan pasar berarti menciptakan jalur distribusi yang mempercepat arus barang dan menurunkan biaya logistik. Hal ini sangat penting bagi petani, nelayan, atau pelaku UMKM di daerah yang selama ini terisolasi dari pasar utama karena buruknya akses jalan atau ketiadaan transportasi.

Melalui infrastruktur yang tepat sasaran, mereka tidak hanya lebih mudah menjual produknya, tetapi juga bisa mendapatkan bahan baku dan teknologi secara lebih murah dan cepat. Artinya, infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sarana memperkuat daya saing ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Lebih dari itu, infrastruktur juga memiliki peran kunci dalam membangun koneksi antarprodusen dalam satu kawasan atau klaster industri. Tatkala produsen dalam sektor yang sama – misalnya, industri pengolahan hasil pertanian – dapat saling terhubung secara cepat dan mudah, maka kolaborasi, inovasi, serta pertumbuhan bersama akan lebih mudah tercipta.

Dengan konektivitas yang baik, transfer teknologi, berbagi sumber daya, dan sinergi usaha menjadi lebih optimal. Oleh sebab itu, paradigma pembangunan infrastruktur harus bergeser dari sekadar “membangun” menjadi “menghubungkan”, karena dalam keterhubunganlah potensi ekonomi lokal dan nasional bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Problematika Pembangunan di Indonesia
Pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan bendungan, memerlukan pengadaan lahan dalam jumlah besar dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan pedesaan dan wilayah adat. Ironisnya, dalam praktiknya, proses pembebasan lahan ini sering mengalami hambatan hukum dan sosial. Salah satu penyebab utamanya adalah belum jelasnya status legal tanah yang akan dibebaskan.

Banyak lahan yang belum memiliki sertifikat kepemilikan resmi, atau dimiliki secara turun-temurun oleh masyarakat adat tanpa pengakuan formal dari negara. Situasi ini menyebabkan ketidaksesuaian antara data administrasi pertanahan dengan kondisi faktual di lapangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Muzakir Manaf: Pemulihan...
Muzakir Manaf: Pemulihan Infrastruktur di Aceh Pascabencana Baru Mencapai 30%
Rekomendasi
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved